Pemkab Mimika Gelar Halal Bihalal Bersama Ormas

Foto bersama Pemkab Mimika bersama PHBI, Ormas, dan tamu undangan dari beberapa instansi lainnya usai acara Halal Bihalal di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Kamis (2/6/2022).

Timika – Tabaos14 | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menggelar acara Halal Bi Halal bersama Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) dan para Organisasi Masyarakat (Ormas) di halaman Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Kamis (2/6/2022).

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten I Setda Mimika, Yulianus Sasarari membacakan sambutan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah kepada seluruh hadirin hadirin dan tamu undangan serta segenap masyarakat Mimika.

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa dengan banyaknya kegiatan, tugas yang diemban oleh Pemerintah Daerah sehingga acara halal bihalal Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika bersama dengan Panitia Hari Besar Islam dan Organisasi Masyarakat dapat dilaksanakan di pagi hari ini. Yang walaupun demikian kita berharap tidak mengurangi makna dari halal bihalal itu sendiri,”tuturnya.

Ia mengungkapkan kegiatan halal bihalal ini bertujuan untuk mempererat rasa persaudaraan antara Pemerintah Daerah, PHBI, dan Organisasi Masyarakat Islam.

“Semoga hubungan harmonis dalam kerja sama antara pemerintah daerah, PHBI, Ormas Islam, serta elemen masyarakat di Kabupaten Mimika akan tetap terjalin dengan baik,”ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan silaturahmi ini dapat dijadikan sebagai momentum yang mampu mensinergikan visi dari seluruh elemen masyarakat.

“Guna mengusahakan dan menjaga kehidupan bermasyarakat yang kondusif, dalam rangka mewujudkan Kabupaten Mimika yang cerdas, aman, damai, dan sejahtera,” tuturnya.

Tidak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara halal bihalal tersebut.

“Dan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir pada acara ini. Semoga kebersamaan kita dapat terus terbina serta silaturahmi ini masih tetap bisa berjalan dengan baik,”ujarnya.

Di samping itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Muhammad Amin dalam membawakan sambutan hikmah halal bihalal mengatakan sungguh nya acara halal bihalal adalah milik orang Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Ini adalah murni tradisi kita. Acara ini mengumpulkan kita semua di sini untuk saling memaafkan dengan rasa tali kebersamaan, sekalipun beda agama, beda suku, beda bahasa. Di situlah pentingnya halal bihalal untuk kita saling menghalalkan,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa halal bihalal merupakan jawaban atas kegalauan mantan presiden Ir. Sukarno yang mana pada zaman itu terdapat banyak fraksi dan kelompok dengan berbagai kepentingan politiknya masing-masing.

“Sehingga pada saat Sukarno menginginkan adanya persatuan dan kesatuan dengan mengundang tokoh-tokoh dan lahirlah istilah halal bihalal yang disarankan oleh salah satu tokoh NU,” jelasnya.

Menurut Muhammad Amin, setiap agama punya ajaran masing-masing yang sudah baku. Setiap agama punya ajaran sendiri yang dipercayainya.

“Dan kita bersyukur tidak ada masalah dengan ajaran yang kita percayai masing-masing. Kita juga bersyukur Indonesia masih utuh dalam bingkai NKRI. Ini semua karena para generasi para pendahulu kita bisa meninggalkan egonya dan kepentingannya untuk terus pertahanan Pancasila sebagai dasar negara kita,” tuturnya.

“Kita berada di bawah tenda ini berbeda agama, berbeda suku, bahkan berbeda bahasa tapi kita sama. Kita sama dalam NKRI, rasa kemanusiaan kita sama. Tidak ada yang berbeda di kalangan kita. Di mata Tuhan kita sama, sama-sama manusia,” imbuhnya.

Momentum halal bihalal, terang dia, dapat diambil hikmah bahwa Timika ini adalah tenda besar yang menaungi semua agama, bahasa, suku, dan tidak ada yang berlebih. Yang paling mulia di sisi Tuhan adalah yang paling takut pada Tuhan. Itulah orang yang akan selamat dunia dan selamat akhirat masuk ke dalam surganya Tuhan.

“Tidak ada yang mayoritas dan minoritas. Kita semua sama. Salah satu semboyan yang kita pegang adalah Eme Neme Yauware; bersatu, bersaudara untuk membangun. Mari kita membangun Timika dengan kelebihan kita, sesuai dengan kodrat yang Allah berikan ke kita,” pungkasnya.

Pos terkait