Pemkab Mimika Ajak Stakeholder Samakan Persepsi Tekan Kasus Kekerasan Anak Dan Perempuan

  • Whatsapp

Timika – Tabaoss14| Pemkab Mimika dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan pihak terkait menyamakan persepsi untuk mengendalikan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang sering terjadi di Kabupaten Mimika.

Kegiatan yang dihadiri pimpinan OPD terkait, tokoh agama, P2TP2KP, unit PPA Polres Mimika, YPMAK, dan Pengadilan Negeri Timika, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mimika tersebut diselenggarakan di ruang rapat lantai III kantor pusat pemerintahan Kabupaten Mimika, Rabu (31/3/2021).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas DP3AP2KB Mimika, Maria Rettob usai pertemuan mengatakan, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Timika belakangan ini meningkat, menurutnya ini bukan saja menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Mimika bersama pihak keamanan melainkan menjadi perhatian seluruh elemen di Mimika.

Dalam 3 bulan terakhir Dinas DP3AP2KB mencatat ada 20 kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawa umur dan ini kata Maria dilakukan oleh orang-orang terdekat korban. Jumlah 20 kasus dalam 3 bulan itu tidak termasuk kasus pelecehan seksual yang terjadi di sekolah Taruna Papua baru- baru ini.

“Untuk itu kita menyamakan persepsi untuk mencegah dan menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kian marak terjadi di Timika, ” kata Maria.

Maria mengungkapkan bahwa hal ini bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, dan kuasa hukum tetapi semua unsur elemen, agar lebih banyak sosialisasi yang disampai kepada masyarakat dengan begitu kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa ditekan.

“Kami berharap dengan adanya penyamaan persepsi ini, semua elemen dapat memainkan perannya dan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada anak dan terlebih kepada bapak-bapak yang selalu menjadi pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan pelaku seksual, ” ungkapnya.

Maria menambahkan, saat ini Mimika masih membutuhkan banyak tenaga psikolog anak terlebih psikiater. Pihaknya akan usulkan kepada pimpinan agar ada psikiater dan tambahan tenaga psikolog anak, karena yang kita punya hanya psikolog umum dan itu hanya berjumlah 5 orang.”Kita sangat berharap ada tambahan lagi, agar pendampingan terhadap anak di Mimika lebih baik, ” ujarnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait