Pemerintah Siap Berikan Sanksi Tegas Bagi Perusahaan Yang Terlambat Bayar THR

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Bagi perusahaan yang membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) lebih dari tanggal 6 mei 2021 dikenakan sanksi denda 5 persen. Hal tersebut Sesuai dengan surat Edaran Menaker RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 kepada pekerja sesuai peraturan perundang-undangan atau H-7 Idul Fitri.

“Lima persen per hari dari akumulasi nilai THR yang di bayarkan dan denda tersebut di berikan kepada karyawan perusahaan tersebut. ini adalah hari terakhir perusahaan harus membayar THR untuk karyawannya,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Paulus Yanengga melalui Sekertaris Dinas, Santy Sondang saat ditemui di hotel Horison Ultima, Kamis (6/5/2021).

Bacaan Lainnya

Santy mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah membuat posko pengaduan terkait THR. Ada ada tiga tim ada yang stan by di Kantor Puspem, ada di Diana shoping centere dan satu tim yang turun langsung ke perusahaan – perusahaan.

“Untuk pengaduan sampai hari ini belum ada karyawan ataupun pekerja yang datang mengadu ke pos, tapi kita lihat tujuh hari kedepan karena baru hari ini batasnya,”ungkapnya.

Menurutnya mungkin ada beberapa pekerja tentu agak kurang untuk datang mengadu karena takut bisa kehilangan pekerjaan, untuk itu pihaknya langsung turun ke perusahaan – perusahaan untuk mengecek. “Karena memang ada beberapa perusahaan yang bahkan tidak tau bahwa itu sebuah keharusan untuk bayar THR, kami langsung buat surat pernyataan bahwa mereka akan bayar THR,” tuturnya.

Selanjutnya Kabid Hubungan industrial, Syane Mandessy menambahkan hingga kemarin susah hampir 100 perusahaan yang didatangi untuk mengecek terkait THR. “Kalau sama sekali tidak maka akan kena sanksi, jika tidak ada pembayaran THR untuk karyawan, mulai besok dikenakan denda 5 persen per hari dari gaji kepada yang berhak menerima THR,” tuturnya.

Menurut Syane selama turun kelapangan pihaknya mendapati rata – rata perusahaan – perusahaan besar sudah membayar THR, sementara perusahaan berskala kecil ada yang belum membayar.

“Sempat ada temuan di satu tempat usaha, pekerja yang sudah bekerja satu tahun yang harusnya dihitung satu bulan gaji, tapi ada yang bayar dibawah itu, itu tidak boleh, nanti kita berikan teguran, bahkan ada yang sama sekali tidak pernah berikan THR,” jelasnya.

Apabila ada perusahaan juga mengadu karena situasi Covid 19 sehingga tidak nisa membayarkan THR, Syane mengatakan untuk tahun ini adalah wajib. “Tahun lalu memang tidak wajib karena Covid 19, tapi tahun ini wajib,” ungkapnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait