Pembelajaran Dampak Seroja, BNPB Pusat Minta Peran Forum PRB Kewilayahan Di Optimalkan

  • Whatsapp

Jakarta – Tabos14| Menyikapi Siklon tropis Seroja yang terjadi pada pertengahan April 2021 lalu berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda. Akibat siklon tersebut memicu terjadinya cuaca ekstrem terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di banyak titik di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Lembata dan Alor.

Direktur Peringatan Dini BNPB Afrial Rosya mengajak berbagai pihak untuk memetik pelajaran NTT tersebut melalui diskusi bersama yang dilakukan secara virtual dengan kepala pelaksana BPBD seluruh Indonesia yang digelari, Senin (19/4).

Bacaan Lainnya

Dalam pembukaannya Afrial mengatakan, BNPB merefleksikan upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi di Indonesia akan terus terjadi, maka kesiapsiagaan menjadi bagian utama dari upaya-upaya mengurangi dampak risiko terhadap masyarakat.

Dari hasil diskusi itu, para peserta berharap ada upaya pemberdayaan forum pengurangan risiko bencana (PRB) di wilayah. Peran forum ini perlu ditingkatkan tidak hanya pada saat tanggap bencana tetapi juga saat pencegahan. “Forum PRB ini dapat didukung dari perwakilan pemerintah, pakar/akademisi, praktisi, organisasi masyarakat, lembaga usaha maupun media massa,” katanya.

Menurutnya melalui komponen dengan berbagai latar belakang ini, upaya bersama di kawasan kabupaten dan kota, bahkan provinsi, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dapat dilakukan sejak dini. Fungsi koordinasi multipihak harus dilakukan dan masyarakat tingkat desa dapat melakukan upaya pencegahan dini, seperti susur atau patroli sungai.

Dekan Sekolah Vokasi UGM Agus Maryono mengajak warga setempat untuk susur sungai dapat meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan menjaga kebersihan sungai. Ini dilakukan sepanjang sungai dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan tinggi sepanjang alur sungai ke arah hulu.

Menurutnya, sungai selain punya potensi bahaya, juga memiliki potensi pariwisata apabila dikelola dengan baik. Potensi pariwisata, misalnya dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar sungai.

“Kalau ada bencana kita sudah bisa menyelesaikan, kalau tidak ada bencana tidak apa-apa karena kita bisa memanfaatkan potensi itu untuk mensejahterakan masyarakat,” ujarnya pada saat memberikan paparan secara virtual, pada Senin (19/4).

Agus menyampaikan bahwa meningkatnya bencana hidrometeorologi ini tidak terlepas dari perubahan iklim di Indonesia. Menurut catatannya, peningkatan suhu di Indonesia bagian selatan mencapai 1,5 kali lebih tinggi dari pada suhu rata-rata dunia.

Sementara itu, menilik fenomena cuaca ekstrem di NTT, Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Udrekh menyampaikan bahwa beberapa hari sebelum bencana terjadi, hujan intensitas tinggi telah terjadi di beberapa wilayah.

Ia mencontohkan peristiwa yang terjadi di wilayah Lewotolok, NTT. Pada 3 April 2021, warga mengungkapkan curah hujan mulai tinggi pada sore hari. Kemudian pada dini hari banjir bandang tidak dapat dihindari warga. Dilihat dari data Himawari pada Gunung Lewotolok, Udrekh mengatakan, curah hujan sangat tinggi yaitu 360 mm.

Berkaca pada peristiwa seperti ini, ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan, seperti upaya peringatan dini kepada masyarakat.
“Daerah ekuator memiliki peluang untuk terjadinya siklon tropis seperti ini sehingga perlu dipertimbangkan untuk kolaborasi multi-stakeholder untuk melakukan perencanaan mengenai tata ruang dan ketangguhan menghadapi bencana siklon tropis yang lebih baik di daerah yang berpotensi terdampak,” ujarnya.

Dalam satu kesempatan rapat koordinasi penanganan darurat bencana NTT, Kepala BNPB Doni Monardo menekankan kepada pewakilan BMKG di daerah untuk menghadap kepada kepala daerah. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai situasi maupun potensi bahaya di suatu kawasan sehingga kepala daerah dapat membuat keputusan dalam menyelamatkan warganya.

Reporter : Tim
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait