Pasca Keributan Situasi Di Pomako Kondusif, Dua Warga Yang Terluka Dirawat Di RSUD Mimika

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Situasi kamtibmas pasca terjadinya keributan antar warga di RT 11 kampung ILS depan Pos Kamling Nusantara Pomako Distrik Mimika Timur, Senin (08/3) mulai kondusif. Meski masih ada sekelompok warga yang berkumpul, namun terus diberikan pemahaman oleh personil Polres Mimika agar tidak lagi melakukan keributan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini kondisi di Pomako sudah kondusif. “Sudah kondusif meski demikian anggota Polres Mimika masih tetap berjaga jaga dan memberikan pemahaman kepada warga setempat,” kata Kamal Senin (8/3).

Bacaan Lainnya

Sementara itu kondisi dua korban luka yakni Soter Moporteyau korban penganiayaam dan Andreas korban luka akibat terkena peluru tajam, dirawat di RSUD Mimika.

Soter sendiri merupakan korban penganiayaan oleh warga yang berujung terjadinya keributan. Sedangkan Andreas merupakan korban luka akibat terkena peluru tajam saat massa menyerang aparat kepolisian yang sedang mengamankan keributan antar warga di Kampung ILS pada Minggu (07/3) malam.

Diketahui keributan tersebut dipicu saat korban yakni Soter Moporteyau yang dipengaruhi alkohol alias mabuk menahan sebuah kendaraan yang melintas di Jalan Poros Pomako, Minggu (7/3). Namun karena korban dalam kondisi mabuk sehingga sang Sopir yang belum diketahui identitasnya menolak dengan alasan takut terjadi apa apa.

Merasa tidak terima korban kemudian memaksa sehingga terjadi perdebatan mulut dan adu fisik yang mengakibatkan Korban dalam kondisi di pengaruhi oleh Miras tersebut mendapatkan pukulan dari pelaku. Melihat kejadian tersebut warga Kekwa berbondong mendatangi Jalan poros Pomako melakukan pemalangan karena tidak menerima rekannya dipukul.

Mendapat laporan tersebut Petugas Polsek Pelabuhan Pomako yang dipimpin oleh Bripka Ridwan Mare langsung menuju TKP dimana ratusan massa sudah melakukan pemalangan dan membakar ban. Meski pihak pihak aparat yang bertugas memberikan pemahaman kepada warga agar menyerahkan persoalan kepada Kepolisian. Namun masyarakat yang didominasi Ibu – ibu dan para pemuda menolak.

Selang beberapa menit Kapolsek Pelabuhan Pomako IPDA I Made Aribawa, Kapolsek Mimika Timur Iptu Wilston dan AKP Ahmad Dahlan bersama piket fungsi Polres Mimika bersama Brimob BKO Maluku tiba untuk membackup serta berusaha memberikan pemahaman. Namun massa yang sebagian dalam kondisi di pengaruhi Miras sehingga sulit menerima pemahaman dan tetap menolak untuk membawa korban penganiayaan ke Rumah Sakit.

Upaya untuk terus melakukan koordinasi dan memberikan pemahaman kepada massa oleh petugas kepolisian akhirnya gagal. Pasalnya saat melakukan negosiasi tiba tiba kendaraan truck TNI AD yang hendak melintas dihalang massa. Akibatnya kembali terjadi kesalah pahaman saat personil TNI turun dari truck, warga pun tidak terima dan mengamuk dan langsung menyerang aparat dengan melempari batu.

Petugas kemudian memberikan tembakan peringatan ke udara agar mundur namun warga sudah tersulut emosi dan melempari petugas. Setelah massa berhasil dipukul mundur aparat kepolisian langsung membawa korban luka penganiayaan dan korban luka tembak ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait