Natal Mahasiswa Masyarakat Papua – Polres Salatiga Wujud Persahabatan Tanpa Perbedaaannya

Suasana Natal Bersama mahasiswa & masyarakat Papua bersama anggota Polres Salatiga, Sabtu (25/01).

 

Bacaan Lainnya

SALATIGA – Tabaos14   I   Natal Bersama Mahasiswa & Masyarakat Papua bersama Polres Salatiga, Sabtu (25/01), diungkap Pdt. Maria Iriatun, S.Th menjadi wujud dari Persahabat Tanpa Perbedaan.

Natal Bersama Anggota Polres Salatiga Dengan Mahasiswa & Masyarakat Papua – Pdt Maria Iriatun STh : Bisa Bahagia dan Bersahabat Dengan Yang Lain Tanpa Melihat Perbedaaannya.

Tema sentral Natal Tahun 2029 bertajuk, “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang, ” dalam Perayaan Natal Bersama anggota Polres Salatiga dan mahasiswa UKSW dan masyarakat asal Papua di Pendopo Mapolres Salatiga itu. Ditekankan Pdt Iriatun, S.Th merupakan wujud kebahagiaan yang dapat dialami umat dalam persahabatnya tanpa melihat perbedaaannya. Seorang sahabat akan lebih bisa menerima apa adanya.

“Seperti Tuhan Yesus berkata kepada muridnya, kamu adalah sahabatku. Yang perlu kita miliki dalam konsep hati kita adalah kita akan mampu tak kala saudara dan saya ini memiliki kasih Yesus. Dari sini, akan mampu merefleksikan kasih kepada sesama manusia,” kata Pdt Iriatun.

Dalam sambutannya Ketua Panitia, Kompol Kristanto Nursetyo, S.Sos mengatakan, ibadah Natal gabungan antara Polres Salatiga dengan mahasiswa Papua di UKSW sebagai bagian dari oembinaan, terutama kepada anggota Polri yang beragama Kristen dan Katholik serta membangun kebersamaan dengan mahasiswa Papua yang kuliah di UKSW Salatiga.

“Kegiatan Natal ini adalah yang pertama bersama mahasiswa Papua yang kuliah di UKSW. Seluruh persiapan dilakukan mahasiswa Papua dan Polres Salatiga hanya sebagai pendamping, ” kata Kompol Kristanto Nursetyo, S.Sos.

Sambutan lain disampaikan Ketua IKAMPI (Ikatan Keluarga Masyarakat Papua Indonesia), Abner Sundoe bahwa, kegiatan ini merupakan kedua kalinya setelah 20 tahun terakhir, pertama saat Kapolres Salatiga, AKBP Beno Kilapong dan kedua pada saat ini.

“Marilah dengan perayaan ini, kita bina kebersamaan kepolisian dan pada saatnya, rekan-rekan mahasiswa bisa pulang Papua untuk siap membangun Papua. Belajarlah menimba ilmu dan pulang kampung bangun daerahnya masing-masing di Papua. Papua sekarang benar-benar membutuhkan tenaga dan pemikiran seperti adik-adik mahasiswa Papua saat ini, ” kata Abner.

Bahkan dalam seremonial perayaannya dinobatkan Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono SE MSi sebagai “Panglima Besar Suku Papua.” Acara diakhiri dengan hiburan Paduan Suara gabungan mahasiswa dan Polres Salatiga dari Nasrani, bahkan tari-tarian asli Papua. (Heru Santoso/Samone).

Pos terkait