MUI Provinsi Papua Tindakan Bom Bunuh Diri Tidak Mencerminkan Perilaku Umat Beragama

  • Whatsapp

Jayapura – Tabaos14| Ketua MUI Papua KH. Syaiful Islam Al Payage menegaskan tindakan bom bunuh diri yang terjadi di Makassar tidak mewakili umat Islam, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam. Seluruh Ketua MUI Indonesia sudah mengutuk keras perbuatan tersebut karena malukakukan perbuatan yang tidak mencerminkan perilaku umat beragama.

“Islam itu adalah agama yang penuh kasih sayang, ini adalah prinsip yang ada dalam Islam, secara psikologis gerakan ini memukul semua agama terutama agama Islam sendiri, bahkan sekarang muncul stigma-stigma yang mengatakn Islam adalah agama teroris dan berbahaya, padahal tidak seperti itu namun itua dalah stigma yang sedang di bangun oleh segilintir oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Ketua MUI itu saat melakukan dialog interkatif bersama Kabid Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal dan anggota FKUB Papua Pendeta Jerry Rahakbauw M.Th. di stasiun RRI Jayapura, Selasa (30/3).

Bacaan Lainnya

Syaiful menjelaskan, perbutan tidak bertanggung jawab tersebut itu bukan Islam, namun agama Islam dijadikan alat untuk kepentingan politik. Mereka berasal dari kelompok yang tidak jelas, tidak termasuk dalam organisasi Islam yang ada di Indonesia seperti Muhammadiyah, NU, Nahdattul Ulama dan lain-lain yang bersifat mengajarkan Islam sesuai dengan nilai kebangsaan Indonesia.

Untuk itu Syaiful meminta, tindakan ini harus ada penangnanan yang serius terutama dari Kemnetrian Agama agar bisa memfilter terhadap paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan kita. “Apabila ini tidak ditangani dengan serius maka akan menjadi anacaman bagi bangsa kita di kemudian hari,” tegasnya

Sementara itu Anggota FKUB Papua Jerry Rahakbauw M.Th dalam kesempatannya mengatakan, atas nama FKUB menyampaikan turut perihatin atas kejadian bom bunuh diri di Makassar karena mencederai dan melukai kemanusiaan.

FKUB Papua sendiri sudah melakkukan rapat dan mengambil sikap untuk bersikap dan mengimbau kepada selutruh masyarakat yang ada di Papua, yang menjadi barometer toleransi umat beragama tidak perlu menyikapi berlebihan. “Karena apabila kita menyikapi berlebihan maka oknum tesebut merasa berhasl menciptakan kegaduhan,” kata Jerry.

“Secara hukum kami serahkan kepada pihak Kekolisian, kami FKUB dari sisi keagaaman mendukung dan mendoakan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi khususnya di Papua,” tambahnya.

Jerry menambahkan, pada prinsipnya kita di Papua hidup bertoleransi tapi dinamika terus berkembang, FKUB selalu membangun komunikasi terhadap semua pihak tujuannya agar bisa terus menjalin kerukunan bertoleransi untuk menjaga keamanan di Tanah Papua. “maka dari itu kita jangan berdiam diri dan harus berperan katif mencegah hal-hal yang tidak dinginkan terjadi,” ujarnya.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait