MRP Sesalkan Pertemuan di Istana Bogor Terkait Otsus dan DOB Papua

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo bersama para tokoh Papua dan Papua Barat di Istana Bogor, Jumat (20/5/2022).

Timika – Tabaos14 | Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib menyesalkan adanya pertemuan Presiden Joko Widodo dengan orang-orang berasal perwakilan Majelis Rakyat Papua di Istana Bogor, 20 Mei 2022. Demikian pers rilis yang diterima Tabaos14.com jumat malam

“Kami menyesalkan adanya pertemuan presiden dengan sejumlah orang yang dipakai secara sepihak untuk mendukung kebijakan pemerintah. Untuk diketahui bahwa yang hadir dari MRP dalam pertemuan tersebut adalah oknum-oknum yang mengatasnamakan MRP,”kata Timotius.

Menurutnya, kedatangan mereka itu tidak melalui mekanisme resmi kelembagaan. Mereka juga tidak pernah dimandatkan oleh pimpinan lembaga MRP untuk bertemu dengan Presiden. Dugaan kami ada settingan dari pihak tertentu.

“Tidak ada perjalanan dinas dari lembaga MRP. Jadi tidak mewakili lembaga. Mereka tidak memiliki Surat Perintah Tugas (SPT) maupun Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Yang kami sesalkan adalah pertemuan itu semakin menegaskan upaya pecah belah,”tuturnya.

Timotius mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, mereka secara resmi menyuarakan besarnya aspirasi masyarakat orang asli Papua yang menolak pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB).

“Mereka meminta pemerintah pusat untuk menunda pembentukan DOB setidaknya sampai ada putusan MK terkait uji materi UU Otsus hasil amandemen kedua,” ungkapnya.

Timotius menambahkan padahal MRP secara kelembagaan tengah mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelumnya, sejak akhir April hingg awal bulan Mei, pimpinan MRP juga telah berkunjung ke Jakarta bertemu Presiden, sejumlah Menteri dan pimpinan partai-partai politik nasional.

“Ternyata tiba-tiba Presiden Joko Widodo menerima delegasi MRP Papua Barat dan MRP Papua. Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan rumusan bahwa mereka mendukung sepenuhnya kebijakan politik pemerintah pusat terkait dengan UU Otsus dan Pembentukan DOB,”ujarnya.

Pos terkait