MPH PGI Himbau Gereja Tak Panik Hadapi Corona

  • Whatsapp

Logo MPH-PGI.

JAKARTA – Tabaos14    I    Menyikapi situasi yang sementara merisaukan negara terkait fenomena muncul dan tersebarnya COVID-19 atau yang kerap disebut virus “Corona,” seperti yang diketahui, infeksi COVID-19 terjadi pada akhir 2019 dan bermula dari kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Wuhan, China, hingga menjadi masalah kesehatan dunia.

Bacaan Lainnya

Bahkan mengacu pada himbauan Presiden Jokowi, Senin (02/03) yang mengumumkan terjadinya kasus perdana penularan virus COVID-19 di Indonesia, sehingga menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat.

Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH-PGI) menghimbau kepada seluruh Gereja-gereja di Indonesia untuk tidak panik atau memberikan reaksi yang berlebihan, senantiasa tenang dan berdoa, serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya.

“Marilah kita bersama mendokan agar Indonesia dan negara lainnya dipulihkan, serta diluputkan dari ancaman wabah COVID-19. Mari terus mendoakan, Roh Tuhan menganugerahkan kebijaksanaan-Nya kepada pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam menggumuli masalah ini,” ajak MPH-PGI dalam himbauannya yang ditandatangania Ketua Umum, Pdt. Gomar Gultom dan Sekretarisnya, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty.

MPH-PGI juga mengajak diperhatikannya beberapa hal yang perlu seperti selalu menjaga pola hidup sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi seimbang, minum air mineral minimal 8 gelas per hari, rajin berolahraga, istirahat yang cukup, dan tidak merokok.

Selain itu juga, selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, tempat ibadah dan tempat kerja.

Menggunakan masker saat batuk, atau menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam.

Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit dengan gejala seperti demam, flu, batuk kering dan sesak nafas.

Makan makanan dan minum minuman yang dimasak sempurna.

Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktifitas baik di dalam dan di luar rumah.

Bila demam, batuk atau kesulitan bernapas segera menghubungi dokter atau fasilitas kesehatan.

Gereja sebaiknya menyediakan hand sanitizer pada beberapa titik di sekitar tempat ibadah, serta menyediakan pelindung mikrofon sekali pakai (berbentuk foam) yang sewaktu-waktu dapat diganti. Sebaiknya pula aktivitas kontak langsung sesama warga jemaat dalam persekutuan dan pelayanan dapat diupayakan dengan cara yang lebih aman.

Memperhatikan informasi dan panduan resmi dari Pemerintah atau lembaga-lembaga terpercaya, terkait pencegahan dan penanganan penularan COVID-19. (*/Samone)

  • Whatsapp

Pos terkait