Mimika Siap Bangun Ekowisata Mangrove Poumako

Rapat Koordinasi Pemkab Mimika terkait Pembukaan Ekowisata Mangrove Poumako.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika segera membuka lokasi Ekowisata Mangrove Poumako, di areal Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako.

Demikian rapat koordinasi persiapan dibukanya Ekowisata tersebut, Rabu (22/01), dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Johannes Rettob di ruang rapat kantor Badan perencanaan pembangunan daerah (Bapeda).

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri pihak-pihak terkait itu, selain dibahas persiapan pembukaan ekowisata dan sejumlah usul saran. Dipaparkan juga master plan Ekowisata Mangrove oleh Konsultan dan perencanaan pengelolaan pengembangan Ekowisata itu oleh Usaid Lestari.

Dalam master plan dijelaskan, bahwa direncanakan luasan dari Ekowisata tersebut seluas 21 hektare yang didesain membentuk kepiting bakau (Karaka). Pembangunan Ekowisata itu direncanakan dalam tiga tahap dan dimulai tahun 2020 sampai tahun 2022. Selanjutnya, Ekowisata itu direncanakan memakan anggaran Rp56.112.990.500,-., yang dibagi tiga tahun pelaksanaannya.

Didalam tempat wisata itu nantinya terdapat fasilitas pendukung seperti kantor pengelola, ATM Center, Parkir, Cafe, Home stay dan Restoran. Selain itu, juga dilengkapi dengan dermaga wisata untuk kedatangan wisatawan dari arah laut. Selanjutnya, untuk panjang titian jalan sepanjang 3.194 meter yang juga dilengkapi Gazebo untuk istirahat sebanyak empat Gazebo. Termasuk akan disediakan tempat spot untuk memancing, gedung serbaguna dan menara pemantau.

Wakil Bupati Johannes Rettob saat ditemui usai rapat koordinasi mengatakan, dari master plan yang dipaparkan tadi masih ada yang kurang dan harus ditambahkan. Itu karena masih ada kekurangan antara konsep dengan master plan-nya.

“Master plan itu harus searah dengan konsep, saya lihat masih ada yang kurang. Jadi bukan berarti master plannya harus dirubah tetapi harus ditambah beberapa poin,” kata Wabup.

Menurut Wabup, pembangunan yang sudah dimulai tersebut sebenarnya untuk mengejar Pesparawi dan PON XX terlebih dahulu. Pembangunan itu baru dilakukan dengan progres 10 persen tetapi animo masyarakat terhadap tempat wisata itu, sangat tinggi sekali. Sehingga berbanding terbalik dengan apa yang direncanakan tersebut.

“Lihat saja masyarakat, wisata baru dibangun sedikit sudah berbondong datang. Berarti kita kalah cepat, tapi mau bagaimana. Mungkin disini kurang tempat hiburan,” tuturnya.

Wabup menambahkan, terkait regulasi untuk mendasari dibukanya tempat wisata itu, Peraturan Daerah (Perda)- nya sudah ada. Itu Perda Retribusi untuk tempat rekreasi.

“Ternyata Perdanya sudah ada dan kita sekarang memikirkan lebih dulu bagaimana pengelolaannya. Akhirnya, kita buka sementara dan sementara dikelola oleh Dinas terkait,” ungkapnya. (*#/samone)

Pos terkait