Mimika Perlu Tenaga Perawat Dan Dokter Anak Asli Papua

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Pemerintah Kabupaten diminta untuk melakukan kaderisasi kepada tenaga kesehatan di Mimika. Hal ini penting mengingat wilayah yang sulit dijangkau serta pemahaman masyarakat terhadap kesehatan masih minim.

Ketua Yayasan Caritas Mimika Papua, Drs. Leonardus Tumuka mengatakan bahwa kaderisasi khusus masyarakat OAP asli untuk menjadi perawat dan dokter sangat perlu dilakukan sehingga dapat ditempatkan di wilayah pesisir dan pegunungan agar bisa melihat atau melayani orang-orangnya sendiri.

Muat Lebih

“Bukan berarti kita mau bilang bahwa saudara-saudari kita dari daerah lain tidak benar merawat masyarakat kita, tapi secara psikilogi ketika warga melihat di satu petugas kesehatan perawat atau dokter yang merupakan anak Kamoro atau Amungme, maka, warga yang berobat ini bisa menurunkan sedikit tensi emosional yang memicu kesakitan mereka,”katanya ketika ditemui, Senin (21/7) malam.

Leonardus mengatakan, hal ini juga perlu terus diperjuangkan, karena faktor kedekatan psikologi kepada pasien juga dapat membuatnya merasa nyaman, dan tenang menjalani perawatan serta mau berobat ketika sakit, dan mereka tidak takut lagi untuk ke rumah sakit, dan mengutarakan keluhan sakit mereka.

“Memang untuk jadi perawat dan dokter itu butuh komitmen yang kuat. Begitu juga untuk bidang lainnya termasuk pendidikan. Yah saya berharap juga adanya perhatian khusus yang dilakukan oleh pemerintah seluruh Papua termasuk di wilayah Mimika,” ujarnya.

Ia mengatakan, situasi pelayanan kesehatan di wilayah pesisir sangat memprihatinkan, karena jangkauannya sangat jauh dari kota, padahal sangat banyak warga yang sakit. Disisi lain, di wilayah pesisir masih banyak warga yang belum menyadari bagaimana pentingnya berobat ke pusat kesehatan masyarakat kampung, sehingga kadang mereka mengarah kepada kepercayaan bahwa sakitnya karena disantet, ( guna-guna) kemudian larinya ke dukun.

“Padahal dikarenakan kelelahan, atau di gigit serangga (nyamuk) dan kontak dengan udara, air laut secara terus menerus,dan terkena hujan, serta kurangnya perawatan khusus kesehatan,” katanya.

Secara khusus juga banyak ibu hamil dan anak bayi yang tidak tertolong saat dilahirkan. Hal-hal inilah yang menjadi persoalan terus menerus dialami oleh masyarakat di wilayah pesisir.

“Untuk warga yang ada di wilayah kota, tentunya masih bisa tertolong ketika mengalami sakit, karena bisa saja ke klinik-klinik,Puskesmas, RSMM ataupun ke RSUD,” katanya.

Reporter : Ifona Akoha
Editor : Tahir

  • Whatsapp