Mimika Bebas Covid-19 Dipimpin Kadinkes

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M saat memimpin pertemuan bersama pimpinan OPD dan FORKOMPIMDA di salah satu hotel di Timika, Rabu (18/03).

TIMIKA – Tabaos14    I    Membebaskan Mimika dari Corona Virus Desease (Covid-19), Rabu (18/03) telah dipercaya Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra sebagai juru bicara (jubir) demi penanganan wabah Covid-19 ini.

Reynold Ubra menjadi jubir berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 158 Tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Mimika yang dibacakan dihadapan seluruh stakeholder dalam pertemuan di salah satu hotel di Timika, Rabu (18/03).

 

Sebagai pengarah pada SK adalah Bupati Mimika, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan seluruh Forkopimda yang diketuai Sekda Mimika. Didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum sebagai wakil ketua, sekretaris sekaligus Jubir Pemda Mimika adalah Plt Kadinkes yang bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai covid-19 agar masyarakat tidak ketinggalan informasi di Mimika.

Sementara Ketua Harian dipercaya kepada Kepala BPBD Mimika, Yosias Losu dengan anggota Asisten Bidang Pemerintah, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kesehatan, Sekretaris Dewan Kabupaten Mimika, Kepala Bappeda, Kepala Kesbangpol, Kepala Bapenda, Kepala DPMK, Satpol PP, Kadishub, Kadis Pendidikan, Kadispencapil dan pimpinan OPD lainnya juga TNI/Polri dan pimpinan fasilitas kesehatan, BUMN dan BUMD.

 

Dalam rapat itu dipaparkan juga materi tentang langkah dan pencegahan, termasuk  bahaya serta cara penularannya Covid-19 oleh dr. Rini Poesprojo dan dr. Leonard Pardede.

Penularan Covid-19, dikatakan Dr. Rini dapat terjadi melalui percikan ludah, dahak, sentuhan dengan orang lain. Resiko kematian, biasa terjadi pada usia 60 tahun. Untuk pencegahannya akan dilakukan mulai dari pintu masuk bandara dan pelabuhan, termasuk diaarakan agar warga perbanyak minum air hangat, suplemen dan berjemur 15 menit dibawah sinar matahari pagi. Jika edukasi yang baik ini masyarakat ikuti, maka Mimika aman dari  Covid-19.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob mengatakan, saat ini Provinsi Papua sudah keluarkan bahwa Papua masuk dalam situasi tanggap bencana dan untuk Mimika dinyatakan siaga darurat. Instruksi Presiden, surat edaran gubernur sudah disikapi dan ditindaklanjuti.

“Kita juga sudah rapatkan dua kali di internal kami tentang kesiapan dan langkah kami terkait kasus ini. Terutama jika ada indikasi masuk di Mimika,” tutur Wabup John.

Wabup John mengatakan, beberapa kesepakatan yang diambil dalam pertemuan tersebut yakni perketat pintu masuk. Baik di pelabuhan dan bandara, juga dihimbau kepada masyarakat untuk menjaga jarak 1 meter, serta tidak berjabat tangan atau bersentuhan langsung dengan orang lain.

Selain itu, pihaknya juga mempunyai call center dan melakukan sosialisasi melalui media untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar jangan percaya hoax.

“Kami juga sudah tunjuk RSUD sebagai rumah sakit rujukan karena sudah ada ruang isolasi. Untuk KKP akan dibantu Dinas Kesehatan dengan fasilitas termosken, APD, dan Ambulance,” ujarnya.

Katanya, ini terkait kebijakan pemerintah untuk langkah-langkah pencegahan, respon dan pemulihan untuk Kabupaten Mimika terhadap Covid-19.

“Intinya dari pertemuan ini kita harus nyatakan Mimika bebas dari covid-19. Saya minta pejabat jangan lagi melakukan perjalanan keluar daerah, kalau BUMN-BUND, kita hanya himbau saja. Termasuk instansi vertikal disesuaikan saja tapi kan masing-masing kementerian sudah punya perintah sendiri-sendiri,” ungkapnya. (Mee)

Pos terkait