Mimika Akui Satu Temuan PDP di Mimika Seperti Ditegaskan Jubir Satgas Covid-19 Papua

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. 

TIMIKA -Taboas14   I   Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian (TGTPP) Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Kabupaten Mimika yang diwakilinya Juru Bicaranya, Reynold Ubra bahwa hingga malam ini, Selasa (24/03) mengakui adanya penemuan SATU kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Mimika sebagaimana dinyatakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua, DR Silwanus Sumule di salah satu media online Timika.

“Pada hari ini, Selasa (24 Maret 2020), kami memberikan keterangan bahwa, berdasarkan laporan SKDR pada hari keenam ini telah ditemukan SATU (1) orang anak dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP). Pasien yang statusnya dinyatakan PDP itu adalah seorang anak laki-laki yang berumur 1 Tahun 11 Bulan yang datang ke RSUD Mimika pada tanggal 23 Maret 2020 atau beberapa jam setelah konferensi pers dilakukan di Timika. Berdasarkan tanda dan gejala serta hasil foto rontgen menunjukan pneumonia berat,” kata Juru Bicara TGTPP Mimika, Reynold Ubra dalam pernyataan persnya yang diberikan tertulis kepada wartawan di Timika dari Jayapura.

Selebihnya, dijelaskan Ubra, pasien ini tidak memiliki riwayat kontak erat dengan orang Dalam Pemantauan (ODP)  sekalipun untuk kontak erat dengan risiko rendah sekalipun. Bahkan, PDP (kontak erat risiko tinggi) dan tidak punya riwayat bepergian ke daerah terjangkit. Namun atas pertimbangan medis, terutama tindakan pencegahan serta mengingat situasi penyebaran COVID 19 saat ini, maka pasien dikategorikan sebagai ODP dan RSUD telah mengirimkan sampel untuk diperiksa pada hari ini Selasa, 24 Maret 2020.

Sebagaimana kebijakan Kementerian Kesehatan untuk status ODP, sampai sejauh ini belum dapat diperiksa dan yang diprioritaskan adalah orang dengan status PDP oleh Tim Kesehatan Provinsi Papua sebagai PDP. Langkah ini dilakukan dengan pertimbangan supaya sampel tetap dapat diperiksa. Jadi, status pasien itu dirubah dari ODP menjadi PDP.

Perlu diketahui bahwa, jika ada orang dengan status ODP maka penanganan yang dilakukan adalah isolasi. Demikian pula untuk penetapan status maka perlu dikaji dua bagian besar yaitu, tanda atau gejala klinis disertai pemeriksaan medis lainnya dan faktor risiko.

Pada kasus ini, orang tua tidak dapat memberikan penjelasan terhadap faktor risiko serta dengan lebih mempertimbangkan penanganan medis maka langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penanganan lebih lanjut.

Kondisi pasien saat ini sudah membaik, namun masih tetap dalam penanganan tim medis di RSUD Mimika. Tim gugus tugas Mimika, lanjut Ubra, telah melakukan langkah investigasi lebih lanjut. Terutama informasi riwayat kontak untuk menentukan faktor risiko, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sampai hari keenam ini, jelas Ubra, Tim Gugus Tugas Mimika masih melakukan kegiatan dekontaminasi dan skrining pada pelaku perjalanan di Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan laut. Termasuk untuk pertama kalinya, Tim Gugus Tugas Mimika melakukan kegiatan dekontaminasi dan skrining pada pelaku perjalanan yang ke Timika menggunakan kapal milik PT. Pelni yang sandar di Pelabuhan Pomako pada jam 01.00 dini hari dan tim bertugas hingga jam 04.00 dini hari.

Tim Gugus tugas juga melakukan persiapan untuk melakukan sosialisasi advokasi kepada masyarakat, mulai dari distrik Mimika Barat Jauh, Distrik Mimika Timur Jauh, masyarakat yang berada pada distrik di wilayah kota. Sedangkan karena alasan keamanan sosialiasasi bagi masyarakat yang berada di wilayah pegunungan dan karena penduduk di wilayah ini telah berada di Timika, termasuk para aparat kampungnya maka akan difokuskan di seputaran Kota Timika.

Para Kepala Distrik yang berada di wilayah pesisir hingga Agimuga dan Jita, mulai tanggal 28 Maret 2020 akan mulai mempersiapkan rencana pertemuan dengan Tim Gugus Kabupaten. Sedangkan Tim Gugus akan berangkat ke wilayah pesisirn mulai Senin (30/03).

Hingga kini, pemesanan alat pelindung diri berupa baju BIO Hazard sebanyak 10 set dan sarung tangan steril sebanyak 48 boks yang dipesan, sudah tersedia dan akan didistribusikan ke beberapa rumah sakit sesuai kebutuhan dan barang yang diterima ini merupakan pengiriman pertama dan masih akan dikirim secara bertahap.

dengan hasil kerj ahari ini, Juru Bicara TGTPP membenarkan pemberitaan di media online dimana juru bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan COVID 19 Provinsi Papua, pada Selasa siang telah lebih dahulu menyampaikan kebenaran ditemukannya kasus satu PDP di Kabupaten Mimika. (sam)

 

Pos terkait