Meski Belum Maksimal, Mimika Terus Kembangkan Pertanian Padi Sesuai Kondisi Alam

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Petani di Kampung Mulya Kencana Sp7 Distrik Iwaka terus berupaya keras kembangkan budi daya tanaman padi yang cocok untuk situasi dan kondisi alam di Kabupaten Mimika. Hal tersebut di karenakan hingga sekarang tanaman padi yang di budidayakan belum menghasilkan hasil panen tanaman padi yang maksimal.

Ketua Kelompok Tani Karya Makarti Mandiri, Norbertus menjelaskan saat ini petani padi di wilayah Sp7 sedang mengembangkan jenis padi inpari (IR) nutri zinc, IR 43, IR 32 dan IR 7. Pihkanya akan terus mencoba dengan jenis padi sampai menghasilkan hasil yang lebih bagus dan cocok dengan cuaca serta bertahan dari hama.

Bacaan Lainnya

Sehingga hasil panen tergantung cuaca, jika cuaca atau curah hujan yang pas maka petani bisa menghasilkan lebih. Dari beberapa jenis padi yang dikembangkan oleh petani tidak bertahan karena curah hujan yang tinggi, namun masih cukup untuk kebutuhan petani disana.

“Kalau IR nutri zinc ini yang sedang kami kembangkan disini, karena beberapa jenis sudah kami kembangkan. Kami ,” jelas Norbert saat di temui di areal persawahan kampung Mulya Kencana Sp7 Distrik Iwaka, Senin (17/5/2021).

Nubertus mengungkapkan bahwa pihaknya sekarang kelola 3 hektare lebih, dan sekali panen mencapai 2 sampai 3 ton dan untuk hasilnya kita bisa konsumsi sendiri dan selebihnya kita jual. Rencananya akan dibuka lagi area sawah sebesar 200 hektare.

“Kami dapat dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas teknis, berupa bibit, pupuk serta mesin padi seperti mesin penggiling padi atau pengupas gabah, mesin rontok, mesin tanam, mensin potong padi, dan rontok,” ungkapnya.

Sementara penyuluh pertanian Distrik Iwaka Kibar mengatakan bahwa segala mesin untuk keperluan petani padi telah disediakan oleh Dinas, namun beberapa mesin seperti mesin tanam padi dan mesin pemotong yang belum difungsikan, lantaran medan yang kurang memungkinkan.

“Selain mesin pengupas gabah, mesin rontok, traktor, kita juga dapat mesin potong namun medan kurang mendukung, kalau mesin tanam kita pikir terlalu ribet, sehingga kita lebih memilih tanam manual saja,” tuturnya.

Menurut Kibar masalah yang dihadapi petani padi saat ini adalah curah hujan dan juga hama padi, namun begitu petani terus berupaya untuk bisa menghilangkan hama. Meskipun begitu hasil panen sangat memuaskan bagi petani padi, selain bisa untuk konsumsi sendiri, petani bisa menjualnya untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

“Penilaian kami masih sangat minim masyarakat yang berminat untuk menjadi petani padi,” ujarnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

Pos terkait