Armada Minim dan Operasional Rp15M, Timika Tetap Harus Bersih

  • Whatsapp

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Limi Mokodompit

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I    Kurangnya  armada sampah dikarenakan enam diantaranya sudah rusak parah dan kini sudah jadi besih tua, sehingga hanya 10 unit saja yang beroperasi mengangkut sampah. Bahkan di tahun 2020 ini, tidak ada penambahan armada sampah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) namun Timika harus tetap Bersih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Limi Mokodompit menegaskan itu sambil menjelaskan, akibat kurangnya armada sampah ini membuat dalam sehari, para petugas kebersihan harus melakukan pengangkutan sampah hingga empat kali.

“Kami sudah maksimal penanganan sampah ini, dan memang sudah lumayan karena ada beberapa titik yang sudah kami tutup. Namun, kembali kepada kesadaran masyarakat yang sangat kurang. Tapi Timika harus tetap kita jaga Kebersihannya,” ujar Limi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (09/01).

Limi menambahkan, jika Tahun anggaran 2020, memang tidak ada anggaran untuk penambahan armada. Namun dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Mimika mendapatkan bantuan tiga unit truk sampah, lima unit konteiner, lima motor roda tiga dan tiga buah Amrol.

“Armada kita memang terbatas, saya diberikan kesempatan mempresentasi soal sampah Mimika ini di Jakarta dan puji Tuhan, tahun ini kita mendapat bantuan DAK untuk armada, ” aku Limi Mokodompit.

Masih menurut Limi, dimana-mana dan tidak hanya di Timika saja bahkan di kota-kota besar, sampah ini sudah menjadi momok. Begitu banyak upaya yang sudah dilakukan dinas, bahkan Perda sampah sudah diterbitkan, untuk membatassi kebiasaan masyarakat membuang sampah.

“Kami berusaha agar sampah dalam kota ini bisa terangkut dan sekarang kota sudah agak bersih dibanding tahun sebelumnya. Walaupun tetap masih saja ada kendala tapi sekali lagi Timika harus dijaga Kebersihannya,” ungkap Limi.

Dikatakan Limi, untuk operasional pengelolahan sampah tahun 2020 ini ada alokasi APBD sebesar Rp15 miliar. Itu sudah termasuk pembayaran gaji 150 karyawan, sebesar Rp7 miliar

“Rp15 miliar ini juga sudah termasuk perawat armada seperti pengadaan sperpart armada. Dengan kondisi ini tetap harus kita jaga kebersihan Timika,” jelas Limi. (Lis)

Pos terkait