Merajut Pola Perkuliahan Ditengah Covid-19

  • Whatsapp

Universitas Timika Menilai itu Jadi Kebutuhan & Tanggung Jawab Civitas Akademik

TIMIKA – Tabaos14    I     PERKULIAHAN yang menjadi kata kunci dunia akademik di Perguruan Tinggi seperti juga di Universitas Timika, diakui menjadi salah satu topik hangat yang dibutuhkan para tenaga dosen dan bahkan mahasiswa agar tetap dapat melakukan dinamikanya.

Bacaan Lainnya

 

Bagian ini muncul dari diskusi Webinar yang difasilitasi Tim Cartenzs Talk Fusion Timika melalui Aplikasi Life Meetingnya, Jumat (22/05) pukul 10.00 – 11.40 WIT di moderator Yohanis Nussy dan Host Teknis Coordinator Leader Cartenzs Tim Talk Fusion Timika, Lamberth Nunaki. Bersama Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, DR Krinus Kum, S.IP., M.IP., M.AP dan Dekan Fikom Untim, Windy Jatmika, SE., M.Ak sebagai pembicara.

Dr. Krinus Kum

“Inilah yang sudah juga kami lakukan untuk tetap menjaga stabilitas proses perkuliahan bisa tetap berjalan, meski terdapat kendala teknis dan sosial seperti ada mahasiswa kurang mampu dan tidak memiliki android bahkan ada juga mahasiswa yang memiliki android tetapi terpaksa tidak memiliki paket data atau Pulsa. Tapi tetap kita syukuri karena sejauh ini mahasiswa masih bisa tetap menjalani dinamikanya,” ungkap DR Krinus Kum.

Sementara disisi lain, Windy Jatmika menilai bahwa, situasi yang suka tidak suka harus dihadapi ini, tetap mengajak semua komponen akademis untuk tetap bisa bergairah dan termotivasi. Dosen harus tetap bisa mengupayakan tanggung jawabnya kepada mahasiswa berlangsung. Mahasiswa juga perlu terus berkreatif untuk memperhatikan pola perkuliahan online atau yang lainnya, yang mau diterapkan Dosen Pengajar.

Windy Jatmika, SE., M.Ak

“Mahasiswa harus mau bergiat sekreatif mungkin dalam melakukan dinamikanya bersama dosen karena ini resiko bukan hanya buat mahasiswa tetapi juga para dosen,” kata Dekan Fikom Untim yang kebetulan berada di Jayapura.

Terkait pola online, dikatakan Yohanis, apakah para tenaga akademik tidak berpikir agar Institusi menyediakan aplikasi paten yang dapat digunakan para tenaga akademik dan mahasiswa tanpa kesulitan. Mengingat, biasanya jika dimiliki salah satu model aplikasi video seperti Zoom, Google One, atau Life Meeting, Skype, IG, WA maka partisipannya justru jauh lebih mudah mengaksesnya.

“Itu kan sama saja sepanjang kondisi faktual dosen dan mahasiswa masih ada yang tidak memiliki android maupun ekonominya lemah,” ungkap Dr Krinus Kum.

“Apapun alasannya, kita masih tetap bisa memanfaatkan aplikasi yang paling sederhana sejauh ada keamauan mahasiswanya untuk kreatif melakukan giat perkuliahan,” ungkap Windy Jatmika.

Yohanis Nussy pun melanjutkan, bagaimana jika ada mahasiswa yang merasa tidak diperlakukan secara adil karena kondisi pola perkuliahan dipaksakan menggunakan online system’ dengan aplikasi apapun, tetapi sang mahasiswa berkemampuan ekonomi lemah justru tak pernah bisa mengambil bagian didalamnya.

Menurut Windy Jatmika, memang tetap menjadi tanggung jawab setiap dosen untuk melakuka pengaturan yang efektif. “Apakah mahasiswa berkemampuan ekonomi lemah atau yang tidak memiliki android atau pulsa bisa digantikan atau dikompensasi ya dengan pola lainnya. Sehingga tetap memberikan bobot kualitatif yang ditargetkan para dosen, itu bisa saja diatur tenaga dosennya,” kata Windy Jatmika.

Sementara sang penulis sejumlah buku akademik dan populer, Dr Krinus Kum lebih melihat bahwa, memang dibutuhkan kemauan dosen pengajar untuk mensiasatinya. Bagaimanapun mahasiswa berhak mendapatkan layanan kuliah dan apakah itu dilakukan secara online atau tetap dalam rana konvensional sambil tetap memperhatikan protokol-protokol yang dianjurkan selama situasi Covid-19 ini.

“Saya pikir semuanya bisa dilakukan sehingga tetap terjadi proses perkuliahan yang dibutuhkan secara reguler setiap semester,” ujar Krinus Kum.

Diskusi Webinar bertajuk, “Merajut Pola Perkuliahan Ditengah Situasi Covid-19 di Mimika,” inipun disimpulkan moderator menjadi rujukan produktif bagi kegiatan akademik di institusi perguruan tinggi seperti di Universitas Timika. Setidaknya hal-hal seperti diperlukannya pola perkuliahan online dimasa Pandemik Covid-19 ini adalah suatu tuntutan kebutuhan, mahasiswa harus siap berkreatif untuk ikut berpartisipasi dengan beragam cara kreatif, sekaligus tentu masih dibutuhkan upaya pola konvensional regular sambil memperhatikan anjuran protokol Covid-19.

Lamberth Nunaki, S.Sos

Diskusi diakhiri dengan penyampaian terima kasih oleh Lamberth Nunaki, terutama kepada Civitas Akademika Universitas Timika yang berkenan menguji coba kemampuan aplikasi Life Meeting Talk Fusion melalui Tim Cartenzs Timika. “Jika dirasakan bermanfaat dan butuh pemahaman lebih jauh mengenai aplikasi ini, setiap sore pukul 18.00 WIT ada giat Seminar Nasional yang dilakukan rutin dan dapat diakses siapa saja melalui link yang siap diberikan. Sampai jumpa dan sukses buat Universitas Timika,” ucap Lamberth Nunaki mengakhiri sesion ParaPara Digital Volume.3 bersama Civitas Akademika Universitas Timika. (Sam Nussy)

  • Whatsapp

Pos terkait