Mendagri Minta “Budaya Amplop” Hilang Dari Pelayanan Publik

  • Whatsapp

Menteri Dalam Negeri, Prof. DR. Tito Karnavian. (Foto: istimewa)

 

Bacaan Lainnya

JAKARTA – Tabaos14    I     Menteri Dalam Negeri, Prof Tito Karnavian membuka resmi Rakornas Badan Penembangan Sumber Daya Manusia (BPDSM) Kemendagri, Senin (24/02) di kampus BPSDM Kalibata Jakarta Selatan.

Dari pers rilis yang disampaikan Staff Khusus Mendagri, Kastorius Sinaga, ikut hadir dalam acara itu sekitar 500 dari Kepala BPSDM seluruh provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia, serta perwakilan Kementerian, Kepala BKKBN, BPIP dan Kementerian PAN-RB.

“BPSDM ini memiliki peran penting di dalam meningkatkan kapasitas aparatur negara, baik di Pusat maupun Daerah. Dari jaman Orde Baru hingga sekarang, BPSDM menjadi salah satu tulang-punggung penting penyelenggara diklat teknis dan kompetensi. Baik untuk di tingkat pimpinan, administrator dan pejabat struktural pemerintah daerah seluruh Indonesia, ” kata Tito dalam sambutannya.

“Saya meminta agar BPSDM selalu memutakhirkan kurikulum diklatnya agar sesuai dengan perkembangan dinamis lingkungan fungsi pemerintahan, ” tandas Tito.

 

“Juga para pengajarnya harus selalu diupgrade. Diklat2 teknis yang “out-of-date” baiknya digantikan dengan jenis diklat kompetensi yang lebih menjawab tuntutan perkembangan masyarakat,” kata Tito lebih lanjut.

Bahkan yang sangat penting juga, pesan Tita, agar diklat jangan hanya terfokus pada kompetensi teknis. Namun juga mengembangkan aspek integritas aparatur pemerintahan.

Persepsi negatif masyarakat terhadap pelayanan publik pemerintahan masih tinggi, ungkap Mendagri Tito. Aparat pemerintah dipandang masyarakat lamban, sering tidak disiplin, condong mempersulit ketimbang mempermudah urusan pelayanan ke masyarakat.

“Saya ingin, BPSDM terlibat aktif menyelenggarakan diklat yang juga dapat merubah ‘mental ASN’ (Aparatur Sipil Negara) di bidang pemerintahan kita. Agar persepsi negatif masyarakat bisa berkurang. Saya ingin diklat harus juga difokuskan ke peningkatan integritas mental aparatur pemerintah sehingga, misalnya, ‘budaya amplop’ yang masih banyak melekat di perilaku aparat benar-benar hilang terkikis. Khususnya di sektor pelayanan publik dan urusan perijinan,” tegas Tito.

Sejauh ini, kata Tito, BPSDM Kemendagri secara rutin melaksanakan aneka pendidikan dan latihan yang ditujukan untuk peningkatan kompetensi, kepemimpinan aparatur penyelenggara urusan pemerintahan baik di Pusat maupun di Daerah. Juga menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas anggota dan pimpinan DPRD Provinsi seluruh Indonesia.

Untuk tahun 2019, alumni diklat BPSDM sudah mencapai 26.270 orang, utamanya yang terdiri dari pejabat Pemerintah Pusat, anggota DPRD dan juga aparat pemerintah Pusat. (*/Samone)

  • Whatsapp

Pos terkait