Masyarkat Kamoro Dari Lima Kampung Minta Polisi Tangkap Philipus Munaweyau Karena Video Ujaran Kebencian

Ketua Lemasko Gergorius Okoare menenangkan masyarakat saat mendatangi kantor Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (2/7/2022).

Timika – Tabaos14 | Di duga karena telah membuat dan menyebarkan video yang berbau ujaran kebencian terhadap para tokoh masyarakat suku Kamoro, Masyarakat Kamoro dari lima kampung mendatangi kantor Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (2/7/2022) meminta Polisi menangkap Philipus Munaweyau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Pasalnya Philipus dua kali tidak mengindahkan undangan dari pihak kepolisian untuk dilakukannya mediasi penyelesaian masalah tersebut. Sehingga masyarakat mengancam jika tidak di segera diselesaikan masalah tersebut, masyarakat akan mengambil tindakan sendiri.

Ketua Lembaga musyawarah adat suku Kamoro (Lemasko) Gergorius Okoare saat mendampingi Masyarakatnya mengatakan, masalah tersebut dalam video tersebut menyebutkan bahwa para tokoh di lima Kampung sudah mengunakan dan menyalahgunakan uang lembaga adat.

“Di video itu dia bicara para tokoh lima desa makan uang sudah mati semua, bahasa ini yang harus dipertanggung jawabkan dan membuat masyarakat marah. Ini bisa disebut ujaran kebencian karena menuduh tanpa bukti,” kata Gery sapaan akrab Gergorius Okoare.

Menurut Gery pihaknya belum membuat laporan Polisi dengan tujuan masalah tersebut dapat diselesaikan secara aman dan damai dengan di mediasi oleh pihak Kepolisian. Tetapi yang bersangkutan sudah dua kali tidak mengindahkan undangan kepolisian. Hal tersebut yang membuat masyarakat semakin marah.

Akhirnya setelah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian disepakati yang bersangkutan akan diundang kembali. tetapi jika tidak mengindahkan kembali pihaknya akan membuat laporan Polisi.

“Kami berkoordinasi dengan Kepolisian ini karena jangan sampai masyarakat ambil tindakan sendiri dan akhirnya mengganggu Kamtibmas. Undangan pertama alasannya sakit, kemudian undangan kedua tidak diindahkan. Jika besok tidak mau hadir lagi kami laporkan ke Reskrim,” tuturnya.

Gery menegaskan pihaknya meminta kepada aparat Kepolisian untuk segera memediasi masalah tersebut. Pasalnya jika tidak cepat diselesaikan bisa terjadi konflik karena masyarakat sudah sangat marah.

“Selama ini kita jaga Kamtibmas supaya Mimika tetap aman, inikan negara hukum makannya kami berkoordinasi dengan Polisi. Tetapi jika masalah ini tidak cepat diselesaikan kami minta maaf jika terjadi konflik kami tidak bisa berbuat apa-apa,”tegasnya.

Selanjutnya Gery juga meminta kepada Philipus Munaweyau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan mengklarifikasi apa yang sudah di perbuat olehnya.

“Yang bersangkutan harus datang penuhi undangan Kepolisian dan lakukan klarifikasi, karena sudah menuduh tanpa bukti dan itu fitnah, apalagi dibuat video itu ujaran kebencian namanya,”ujar Gery.

 

 

Pos terkait