Masker Tak Menjamin Terhindar Covid-19

  • Whatsapp

Ilustrasi, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE., M.M menggunakan Masker saat meninjau Kesiapan RSUD Mimika. (Foto: Burhan)

JAYAPURA – Tabaos14   I   Penggunaan masker oleh setiap warga bahkan hingga ada yang memborongnya dan menyebabkan ketersediaan di apotik dan toko-toko juga habis, ditegaskan tak akan menjamin terhindarnya seseorang dari wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) ini.

Bacaan Lainnya

“Kalian juga, wartawan harus waspada, terutama saat sedang melakukan wawancara seperti ini. Tolong jaraknya dijaga satu meter,” ujar Juru Bicara Satgas Pencegahan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule sambil tersenyum dan munculkan tawa lucu para wartawan saat mewancarainya di Gedung Negara Provinsi Papua di Dok V atas di Jayapura, Selasa (24/03) siang.

Menurut Sumule, Corona Virus ini memang sangat cepat penyebarannya dan cukup jahat juga cara kerjanya. Orang tidak tergantung juga bahwa, kondisi fisiknya itu kuat atau kekar. Karena dalam tubuhnya juga terdapat virus lainnya, sehingga begitu terpapar Corona Virus ini maka kondisi seseorang itu akan segera mengalami gangguan drastis.

Jadi kalau ada pendapat bahwa, bagaimana kalau seseorang itu merasa imune tubuhnya bagus dan kepercayaan diri, sehingga membuat mereka meski dari daerah terdampak, merasa bisa melakukan aktivitas diluaran dengan bebas.

Itu langsung disela Sumule, bahwa secara teori memang dapat dikatakan bahwa ketika seseorang itu terinveksi oleh Corona Virus ini, maka orang itu akan mengalami tiga gejalanya. Diantaranta orang itu akan mengalami sakit ringan, sakit sedang dan sakit berat.

Mungkin saja seseorang yang berpendapat seperti tadi itu berasal dari kelompok dalam posisi sakit ringan, tetapi didalam badannya penuh dengan ribuan virus yang bisa disebarkan kepada orang lain.

Jadi, kuncinya itu ada pada bagaimana masyarakat itu, apalagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) itu, harusnya yang bersangkutan bisa punya kesadaran bahwa, dirinya janganlah keluar. Seseorang itu, pesan Sumule, harusnya melakukan karantina atas inisitif sendiri. Ada di rumah saja selama 14 hari.

“Kita berharap itu, karena ketika seseorang datang dari luar Papua itu, mereka wajib mengisi kartu yang sudah disediakan. Petugas kami juga, sudah langsung memberikan himbauan kepada mereka yang datang itu. Pertama, mereka dihimbau untuk tetap harus di rumah. Kedua, kami sudah memberitahukan kepada mereka juga tentang gejala-gejala dari Covid-19 itu, bagaimana.”

“Termasuk, ketika muncul gejala-gejala Covid-19 itu, kami juga menyarankan kepada mereka untuk segera mencari pertolongan. Ketiga, Kalau toh mereka membangkang, saya pikir ada hukum di negara ini yang bisa dikenakan kepada mereka karena mereka membahayakan orang lain. Ya itu yang bisa saya sampaikan,” tegas Sumule.(Sam)

  • Whatsapp

Pos terkait