Masih Banyak Kekerasan Anak Yang Belum Terkuak Di Mimika

  • Whatsapp
Foto bersama usai sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak bagi forum anak
Foto bersama usai sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak bagi forum anak

Timika – Tabaos14 | Dari beberapa jumlah kasus yang sudah di ketahui, namun masih banyak lagi kasus kekerasan anak dan perempuan yang masih belum dilaporkan dan belum terkuak. Dengan demikian masyarakat dalam hal ini korban harus terbuka dan jangan takut.

Hal tersebut di sampaikan oleh Pemkab Mimika dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana, dalam kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak bagi forum anak Kabupaten Mimika di hotel Grand Tembaga, Jumat (17/9/2021).

Bacaan Lainnya

Yulianus Sasarari Asisten Sekda Mimika Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika mengatakan, kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang hal tersebut, dan biasanya anak cenderung diam kalau melihat kejadian kekerasan lantaran anak takut untuk melapor.

Sebab kebanyakan pelaku merupakan orang terdekat korban, ini butuh peran serta semua pihak lebih khusus peran dari anak – anak sendiri sebagai pelopor dan pelapor

“Sepanjang tahun 2021 tercatat 40 kasus kekerasan terhadap anak. Ini adalah kasus yang terungkap dan masih banyak anak yang mendapatkan kekerasan hanya saja tidak melaporkan” kata Yulianus.

Pemkab Mimika melalui Dinas Pemberdayaan perempuan Perlindungan Anak pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika telah membentuk forum anak Kabupaten Mimika pada tahun 2017.

Pembentukan itu sebagai wadah partisipasi anak dan media untuk mendengar serta menyuarakan aspirasi pendapat juga harapan anak.

“Forum ini terdiri dari perwakilan anak dari sekolah menengah pertama dan Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten Mimika,” tuturnya.

Menurutnya forum anak sebagai pelopor yang mampu mengajak dan membantu lingkungan sekitarnya ke arah perubahan yang lebih berkemajuan.

Remaja yang tergabung dalam Forum anak dapat menyampaikan pendapat atau pandangan ketika mengalami, melihat atau merasakan tidak terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini diharapkan anak yang ada di forum anak dapat memahami dan berani untuk menjalankan fungsinya sebagai pelopor dan pelapor.

Forum anak ini akan dibekali bagaimana anak-anak harus berani menyuarakan dan berani melaporkan sesuatu yang dianggap sebagai kejahatan atau kekerasan

“Sebagai pelopor berarti kalian menjadi agen perubahan terlihat aktif memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif bermanfaat dan bisa menginspirasi banyak orang sehingga banyak yang ikut terlibat melakukan perubahan yang lebih baik lagi. Sedangkan pelapor berarti kalian terlibat aktif menyampaikan pendapat atau pandangan ketika mengalami atau melihat serta merasakan tidak terpenuhinya hak perlindungan anak disekitar dengan melaporkan kepada badan yang menangani permasalahan Perlindungan Anak kepada pihak yang berwajib,” jelasnya.

Yulianus mengungkapkan, forum anak merupakan mitra pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan anak-anak menjadi wadah dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak yang dibentuk secara berjenjang mulai tingkat nasional provinsi kabupaten kota kecamatan desa kelurahan dengan keanggotaan dari berbagai kelompok anak.

Anak merupakan generasi penerus yang potensial sehingga harus dilindungi dan dipenuhi haknya agar dapat hidup tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.

“Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib di jamin dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua keluarga masyarakat pemerintah dan negara upaya menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak perlu dilakukan secara struktural melalui pengaturan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang pada gilirannya menjadi nilai budaya masyarakat,” ungkapnya.

Narasumber dari kegiatan Forum Anak meliputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dinas Kesbangpol Kabupaten Mimika. Dihadiri pula oleh para peserta dari Forum Anak yang berjumlah 40 orang dari 8 sekolah yang ada di Mimika pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pos terkait