Masa Keemasan Mimika Selesai Warga Harus Bersedia Tetap Dirumah

  • Whatsapp

Hanya ada satu cara Hentikan dan Kendalikan Covid-19 di Kabupaten Mimika.

TIMIKA – Tabaos14   I    SETELAH ditemukannya kasus pertama di Kabupaten Mimika ada dua (2) Pasien Positif Covid-19, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menegaskan bahwa masa keemasan Mimika sudah berakhir atau selesai dan karenanya masyarakat Kabupaten Mimika diajak agar bersedia untuk tetap berada di dalam rumah.

Bacaan Lainnya

“Masa keeamasan kita adalah minggu-minggu pertama dimana Tim pengendalian ini dibentuk dan melakukan beberapa upaya dan masa keemasan keduanya adalah, setelah adanya pembatasan transportasi darat dan laut serta udara. Kini, kita mulai menemukan kasus Pasien Positif Covid-19. Kasus ini hanya bisa dihentikan kalau masyarakat Mimika dengan bijaksana, bisa tetap ada didalam rumah dan berikan kami kesempatan untuk melakukan tracing kontak atau mencari kontak dari orang-orang yang pernah mengalami transmisi lokal dari para pasien positif Covid-19 ini,” ungkap Ubra.

Reynold Ubra yang dikonfirmasi wartawan usai keluarnya informasi terkait adanya dua pasien positif di Kabupaten Mimika sebagai kasus terbaru di Papua, membenarkan apa yang sudah disampaikan Kemenkes RI bahkan Juru Bicara Satgas Pencegahan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule sekitar 1-2 jam sebelumnya.

“Terkait dengan dua kasus baru yang ditemukan di Timika, itu benar sebagaimana dilaporkan Kemenkes RI dan Jubir Papua. Apa yang disampaikan tadi itu adalah dari empat sampel Orang Dalam Pengawasan (PDP) di Mimika yang hingga kini masih dan sedang dirawat. Jadi, Dua kasus ini adalah import kasus atau kasus dari luar Timika. Jadi, ada riwayat perjalanan pasien dari luar Papua. Kemudian juga, ada satu kasus yaitu dari empat pasien yang dirawat di Timika. Satu kasus itu negatif dan yang dua kasus itu yang positif dan itu adalah impor case. Mereka adalah penduduk Mimika yang ada di luar Timika kemudian kembali ke Timika dan mengalami gejala dan juga memiliki faktor resiko. Jadi saat diperiksa, mereka adalah postif Covid-19,” jelas Ubra menerangkan.

Selanjutnya, kata Ubra lagi, sampai hari ini jam 20.00 Wit, sudah ada 13 kasus PDP. Kemudian didapati juga 7 orang adalah ODP dan 19 adalah Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga total semua adalah 39 orang.
Kasus atau temuan status PDP atau ODP serta OTG ini adalah hasil kasus yang ditemukan sejak tanggal 25 – 29 Maret 2020 hari ini, sehingga masih ada satu kasus PDP yang masih ditunggu hasil pemeriksaaannya.

Untuk hasilnya, tentu saja sesuai protocol, “Kami akan menunggu penyampaian dari Kemenkes RI dan juga Dinas Kesehatan Provinsi Papua,” kata Ubra.

Apa yang akan lakukan TGTPP Covid-19 Mimika kedepan, jelas Ubra adalah tetap melakukan tracing kontak, baik kontak erat dari pasien 01 dan 02 di Kabupaten Mimika.

“Kami juga akan memantau, kira-kira pada lokasi mana saja, orang tersebut, dia pernah berkunjung. Kami coba akan mencari tahu lokasi-lokasinya sehingga, disitupun kami akan memastikan tidak terjadi transmisi lokal,” jelasnya.

Juru Bicara yang terkesan cukup penad dalam melakukan upaya pengendalian ini menyarankan, agar masyarakat Mimika harus tetap ada didalam rumah. Alasannya, dengan adanya dua pasien ini maka secara hitung-hitungan dari dua pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19 itu. Kalau minimal, mereka melakukan kontak erat dengan anggota keluarganya saja 4 orang dan 4 orang ini melakukan juga kontak dengan orang lain, maka tentu saja bisa-bisa akan terjadi tracing kontak dan bisa ditemukan sekitar 30-50 orang untuk satu kasus di Mimika ini.

Apalagi, lanjut Ubra, kalau nanti dikaji informasinya, sejauh mana mereka yang terinfeksi dan melakukan kontak erat itu pergi berkunjung. Misalnya di tempat-tempat perbelanjaan umum atau di tempat tempat yang biasanya terjadi keramaian oang berkerumun.

“Untuk menghindari terjadinya tranmisi lokal itulah, kami sangat berharap agar masyarakat Mimika untuk tetap bersedia tinggal di rumah. Yang kami jaga atau kami lindungi adalah masyarakat Mimika jangan sampai terjadinya transmisi local,” ujar Ubra.

Dengan adanya dua kasus Positif Covid-19 yang disampaikan Gugus Tugas Provinsi Papua sebelumnya, Reynol Ubra mengingatkan, ini menunjukkan bahwa sudah terjadi outbreak, karena sebelumnya tidak ada kasus Covid-19 ini di Mimika, ini artinya adalah terjadi outbreak di Kabupaten Mimika.

“Jadi, kami tetap berharap masyarakat Mimika tetap tinggal didalam rumah dan tidak melakukan kunjungan ke tempat umum,” aku Ubra.

Pemerintah, jelas Ubra, sudah melakukan upaya yang sangat maksimal dan akan terus melakukannya. Bahkan besok, Senin (30/03) harai ini, Tim Puskesmas juga akan melakukan penyuluhan dengan bahasa daerah Amungme dan Bahasa Kamoro serta dalam bahasa lima suku kekerabatan yang ada di Kabupaten Mimika ini, Termasuk penyemprotan juga masih akan dilakukan.

“Saya tetap berharap bahwa, hal yang utama agar tidak terinfeksi maka masyarakat harus tetap tinggal dalam rumah. Kedua juga, tetap mencuci tangan jika tidak maka jangan menyentuh hidung, mulut atau mata. Ketiga, sangat diharapkan melakukan fisikal distancing (Jangan melakukan kontak tubuh atau fisik dengan siapapun orang lain di sekitarnya) ataupun tidak berkumpul pada pertemuan banyak orang atau social distancing. Ini menjadi sangat penting,” pesan Reynold Ubra.

Dirinya juga berharap adanya dukungan warga, terutama soal orang-orang yang akan ditemui TGTPP Covid-19. Warga hendaknya dapat memberikan apapun informasi yang dibutuhkan Tim Gugus Mimika. “Informasi dari setiap tracing kontak yang disebutkan oleh pasien itu menjadi sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk bisa melakukan penelusuran lebih mendalam terhadap orang-orang yang sudah pernah melakukan kontak. Baik langsung dengan mereka yang terinfeksi Covid-19 ataupun keluarga atau kerabat yang pernah kontak dengan mereka yang mengidap Covid-19 itu,” pinta Ubra.

Hal yang juga penting bagi masyarakat Mimika adalah, jangan pernah memberikan stigma atau jangan melakukan diskriminasi bagi orang yang sudah terinfeksi Covid-19 serta keluarganya, karena stigma dan sikap diskriminasi itu hanya akan menghambat bagi upaya pemutusan rantai penularan Covid -19 di Mimika ini. Terutama, untuk bisa mengetahui kapan dan dimana atau siapa saja yang sudah pernah mengalami transmisi lojal dari pasien positif Covid-19 itu.

“Itu yang penting kami sampaikan kepada masyarakat dan tidak boleh panik, namun tetap harus waspada dengan cara tetap tinggal didalam rumah, mencuci tangan, dan menggunakan masker serta melakukan physical dan Sosial Distancing. Jaga Jarak dengan tetap tinggal dalam rumah,” tegas Ubra. (sam)

  • Whatsapp

Pos terkait