Manajemen PTFI Jadi ‘Target’ Penembakan Masih Didalami

  • Whatsapp

Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw bersama Pangdam Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab saat meninjau Kuala Kencana, Selasa (31/03). (Foto/Video: Istimewa)

KUALA KENCANA – Tabaos14    I    Tersirat Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, Selasa (31/03) mengatakan, masih mendalami  apakah ada target (agenda-red) khusus kejadian penembakan pada hari Senin (30/03) di area OB Pusat Perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana.

Bacaan Lainnya

Usai meninjau sekeliling area kejadian pada samping kanan dan dari arah gedung Office Building (OB) PTFi di Kuala Kencana itu, Kapolda Waterpauw menjelaskan prediksinya, bahwa para pelaku sepertinya juga bisa sangat paham dengan agenda manajemen atau bagaimana.

“Kita belum bisa pastikan. Karena kalau lihat dari arah depan gedung OB ini (posisi berdiri Kapolda dan rombongan si bagian depan OB1 PTFI di Kuala Kencana, maka ada dua arah tembakan. Satu di lantai dua dan satu di lantai satu. Artinya simetris tembakan itu. Itulah yang masih harus kita dalami, apakah relevansinya dengan posisi manajemen itu sendiri atau bagaimana. Itu yang masih dalam proses pendalamannya,” ungkap Kapolda Papua, Paulus Waterpauw.

 

 

Sebelumnya, Kapolda Waterpauw juga sudah menjelaskan kalau kehadirannya bersama Pangdam langsung ke tempat kejadian periatiwa (TKP) adalah untuk langsung melihat dari dekat. Seperti apa keadaan di TKP itu sendiri.

Selain juga, jelas Kapolda Waterpauw, memperkirakan terkait dari arah-arah mana penembakan itu terjadi. Termaauk juga, soal berapa jumlah personil kekuatan dari para pelaku penembakan, bahkan persenjataan yang mereka punyai.

 

“Tadi juga ada beberapa saksi kunci yang kita dapatkan keterangannya,” tekan Kapolda Waterpauw.

Kapolda justru memperkirakan, kalau kejadian ini sudah digambarkan para pelaku. Sehingga, semuanya masih harua didalami dulu dari hasil olah TKP oleh Tim dari Polres Mimika bersama Satuan Tugas yang ada di Timika ini.

Kejadian Ini juga, ungkap Kapolda Waterpauw, menjadi evaluasi bagi semua pihak. Termasuk manajemen PT Freeport dalam rangka mengamankan wilayah ini atau daerah Kuala Kencana ini, perkantoran ini dan juga masyarakat yang ada di daerah sini. Baik karyawan dan manajemen, maupun semua masyarakat yang beraktivitas di Kuala Kencana ini.

“Saya pikir, itu yang penting intinya,” ujar Kapolda menjawab pertanyaan wartawan.

Lebih jauh diungkap Kapolda Waterpauw juga, bahwa dari sisi kanan gedung dan dari depan gedung OB ini, diketahui terakhir dari keterangan saksi mata ada 8 orang dengan beberapa pucuk senjata yang mereka punya.

 

Sepertinya, kata Kapolda Waterpauw yang cukup mengetahui wilayah Mimika dan Kuala Kencana khususnya, mereka sudah paham dengan wilayah Kuala Kencana ini. Kedua juga, sepertinya mereka tahu arahnya, mau melakukan upaya-upaya efektif kepada siapa-siapa.

“Itu pertanyaan bagi kami untuk kita dalami lebih jauh,” ucap Kapolda Waterpauw. (Sam Nussy)

 

 

 

  • Whatsapp

Pos terkait