Malaria Center Mimika Gelar Rapat Koordinasi Pengendalian Malaria Di Area PON XX Papua

  • Whatsapp
suasana pertemuan malaria senter

Timika – Tabaos14 | Malaria center Kabupaten Mimika siap menjaga para atlet yang telah tiba di Timika mengikuti PON di klaster Mimika mulai dari datang hingga pulang ke daerahnya masing-masing.

Pemantapan persiapan tersebut di lakukan dengan rapat koordinasi pengendalian sektor Malaria pada area PON XX Papua tahun 2021 di MPCC YPMAK, Kamis (23/9/2021).

Bacaan Lainnya

Kegiatan rapat koordinasi tersebut di buka secara langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Mimika Johannes Rettob. Sedangkan dalam rapat koordinasi tersebut diikuti oleh Dinkes Mimika, Bappeda Mimika, para kepala kampung dan kelurahan di wilayah kota dan para pemilik hotel dan penginapan.

Wabup Rettob saat ditemui usai membuka rapat koordinasi mengatakan, semua kontingen dalam hal ini atlet serta official yang datang dari luar Papua akan diperiksa serta diberikan informasi terkait Malaria. Langkah-langkah teknis telah dipersiapkan mulai dari kontingen tiba di Timika, selama mengikuti kejuaraan sampai kontingen pulang kita akan terus pantau dan itu sudah disiapkan dengan baik.

“Kabupaten Mimika merupakan penyumbang kasus tertinggi di Indonesia, untuk itu perlu diberikan informasi serta pengawasan terkait Malaria agar kontingen yang datang tidak terpapar Malaria. Kepada para atlet dan official kita berharap dapat mengikuti informasi dan saran dari petugas kesehatan untuk menghindari Malaria,” kata Wabup.

Wabup menjelaskan rapat koordinasi tersebut untuk memastikan setiap penginapan para kontingen akan disemprot obat Malaria juga dilakukan penyemprotan fogging. Setiap penginapan juga akan ditempatkan petugas kesehatan untuk dapat merespon secara cepat apa yang diperlukan kontingen yang berkaitan dengan kesehatan termasuk Malaria.

Selain itu Malaria Center juga akan berkoordinasi dengan pihak hotel juga pihak kelurahan setempat menyikapi Malaria dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kita berharap Kelurahan serta pihak lainnya berperan aktif dalam kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Pengelola Progam Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Imelda K R Ohoiledjaan mengungkapkan untuk mengantisipasi penyebaran Malaria, Kementerian Kesehatan bantu sumbangkan 1.500 kelambu untuk atlet. Selain itu juga ada bantuan 10.000 botol autan untuk melindungi semua atlet dan official.

“Kami akan bagikan kepada para Atlet. Kalau untuk kelambu kita tidak bisa paksakan atau tidak diwajibkan bagi atlet yang tidak ingin menggunakan kelambu. Atlet yang tinggal di hotel tergantung dari kemauan atlet tapi kalau atlet yang tinggal di tempat yang berpola asrama itu wajib, kita menjaga jangan sampai ada yang terpapar malaria,” ujar Imelda.

Pos terkait