Mahasiswa Eksodus Demo Damai Serahkan Aspirasi ke Pemkab Mimika

Perwakilan Mahasiswa Eksodus Demo Damai Serahkan Aspirasi kepada Sekda Mimika, Marthin Paiding.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I    Mahasiswa Eksudos di Kabupaten Mimika, Senin (10/02) kembali melakukan unjuk rasa di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika di SP 3.

Dalam menyampaikan aspiasinya, mahasiswa dan pelajar eksudos menyerahkan tiga poin aspirasi yang diterima langsung Sekda Mimika, Marthen Paiding mewakili Bupati Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob.

Tiga poin aspirasi tuntutan pelajar dan mahasiswa eksodus diantaranya berbunyi, meminta agar Pemda Mimika (1). Mengembalikan (kami) pelajar dan mahasiswa eksodus ke kota studi sesuai dengan keinginan kami. (2). Meminta Pemkab Mimika segera membangun Universitas berstandar internasional di Kabupaten Mimika. (3). Pemerintah, Freeport, LPMAK dan semua instansi yang ada dapat membiayai SDM untuk belajar di seluruh indonesian maupun di luar negeri. (4). Kami akan tutup Freeport dan membatalkan PON XX 2020 jika aspirasi tidak direspons.

Mewakili mahasiswa eksudos, Reymon Nirigi Amisim menjelaskan, pihaknya selama berada di Kabupaten Mimika tidak pernah merasakan hadirnya Pemerintah Daerah. Jadi, pihaknya merasa bahwa Pemerintah tidak pernah memperhatikan adanya mahasiswa atau pelajar yang pulang karena masalah Rasis beberapa waktu lalu.

“Kami datang ini karena pemerintah sampai detik ini belum pernah melihat kami disini, bagaimana keadaannya. Apakah kami sudah balik atau belum, itu tidak ada perhatian,” tuturnya.

Para Mahasiswa dan pelajar eksodus menanyakan hasil dari tim Pemkab Mimika dan LPMAK yang sudah melakukan pertemuan dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah yang ada di kota studi nereka. Pasalnya, para mahasiswa itu sampai sekarang belum mengetahui hasil yang dilakukan oleh tim itu.

“Kami ingin tahu hasil yang dilakukan oleh tim ini seperti apa. Karena sampai hari ini, kami belum tau hasilnya karena tidak ada transparansi kepada kami,” ungkapnya.

Para mahasiswa dan pelajar eksodus meminta kepada tim itu untuk bersama-sama mengantar para mahasiswa ke kota studi. Selain itu, melakukan juga komunikasi dengan pihak kampus agar para mahasiswa busa kembali meneruskan studinya kembali.

“Karena kami pulang itu ada yang statusnya cuti dan ada yang statusnya ilegal karena tidak tahu dan menunggu hasil yang dilakukan oleh tim itu. Jadi, kami mau kembali masih tanda tanya, makanya kami masih bertahan disini. Sebagian ada yang sudah balik tapi tidak diterima lagi oleh pihak kampus,” jelasnya.

Sementara Sekda Marthen Paiding mewakili Pemkab Mimika setelah menerima poin aspirasi tersebut menuturkan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut untuk selanjutnya menyampaikan kepada pihak Pemkab Mimika melalui tim yang sudah dibentuk tersebut.

“Aspirasi ini kami terima, selanjutnya kami lanjutkan kepada tim yang sudah dibentuk tersebut. Sehingga nantinya, ada komunikasi lebih lanjut seperti apa yang nantinya dilakukan oleh tim tersebut,” tutur Sekda.

Sekda mengungkapkan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa eksodus yang telah menyampaikan aspirasinya dengan baik. Sehingga dalam penyampaian aspirasi tersebut berlangsung tertib.

“Terima kasih atas aspirasi yang disampaikan kepada kami Pemkab Mimika. Setelah itu, kami akan teruskan kepada pimpinan kami dan mudah-mudahan tidak lama lagi akan ditindak lanjuti,” ungkapnya. (*#/samone)

Pos terkait