LPMAK Sosialisasikan Perubahan Nama Menjadi YPMAK

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), mensosialisasikan perubahan nama, dari sebelumnya Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) menjadi Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) kepada tokoh masyarakat dan intelektual Amungme di wilayah mile 32,Selasa (27/4).

YPMAK telah terbentuk pada 18 Desember 2019 berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Rai Nomor AHU-001883. AH. 01.04 tahun 2019 dengan daftar yayasan Nomor AHU-0025286. AH. 01.12 tahun 2019 dan akte pendirian Nomor 12 12 tanggal 16 Desember 2019.

Bacaan Lainnya

Maksud dari pendirian yayasan adalah untuk mendukung pelestarian, pengembanhan dan pemberdayaan berkelanjutan masyarakat Asli Papua yang berasal dari suku Amungme dan Kamoro serta masyarakat asli Papua lainnya dalam bidang sosial, kemanusian dan keagamaan.

Tujuan pendirian dari yayasan adalah mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat asli Papua yang berasal dari suku Amungme dan Kamoro serta masyarakat asli Papua lainnya agar dapat menjalankan kehidupan yang sehat, berpendidikan, bersaing dalam sistem ekonomi modern, melestarikan sumber daya alam, budaya dan warisan masyarakat asli Papua sesuai kearifan lokal menuju masyarakat asli Papua yang berkeadilan dan sejahtera.

Kepala Divisi Humas YPMAK, Feri Magai Uamang mengatakan, perubahan ini sudah 1 tahun hanya saja selama ini belum ada sosialisasi sehingga baru kali ini dilakukan sosialisasi ke masyarakat. Namun, tim YPMAK beberapa hari lalu sudah lakukan sosialisasi di Kokonao dan Agimuga.

“YPMAK tidak bisa jalan sendiri karena segala hal kami akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika. Artinya, sasaran kami ini masyarakat yang ada di Mimika baik kota, pesisir dan pedalaman,” tutur Feri.

Feri mengatakan, YPMAK saat ini masih dalam masa transisi perubahan nama sehingga dalam sosialisasi ini tidak menjelaskan tentang program-program di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Walaupun sudah berubah nama, jelas Feri, tidak terganggu dengan program utama yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Jadi, anak-anak yang dibiayai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi tetap berjalan, lancar.

“Tidak ada alasan untuk terganggu, artinya jangan ada yang punya alasan karena lembaga menjadi yayasan program-program terganggu, atau biaya terganggu itu tidak ada,” tutur Feri.

Selain itu, masyarakat juga masih bisa berobat gratis di RSMM dan di mitra-mitra yang lain. Dalam sosialisasi ini juga banyak pertanyaan tentang bidang ekonomi karena ekonomi ini dulunya ada kepala-kepaka biro 7 suku sehingga masyarakat yang mau menjalankan usaha kelompok-kelompok binaan itu melalui biro ekonomi.

“Tetapi sekarang ini 7 biro sudah tidak ada karena adanya pengurangan tenaga di LPMAk sehingga saat ini hanya 1 kepala devisi saja yang menangani untuk ekonomi. Karena hanya satu kepala devisi makanya masyarakat banyak yang bertanya-tanya yang tadinya 7 biro sehingga mereka bisa dapat usaha dari situ dan sekarang sudah tidak ada. Bahkan, mereka juga sempat ragu dengan adanya satu kepala devisi saja sulit untuk mengakomodir seluruh masyarakat yang menjadi kelompok binaan selama ini,”tutur Feri.

Tetapi, sudah dijelaskan bahwa justru dengan adanya perubahan ini dan walaupun di ekonomi hanya 1 kepaka devisi saja tetapi programnya justru direncanakan untuk lebih banyak fokuskan di kampung, pesisir dan pedalaman.

Jadi, lanjut Fery, untuk di wilayah pesisir juga sudah dilakukan sosialisasi dari tim ekonomi dan untuk pedalaman masih belum. “Artinya, untuk kedepan ini program ekonomi lebih fokus nanti di pedalaman dan pesisir. Di sana ada masyarakat atau tidak tetap fokusnya di sana,”katanya.

Ditegaskan lagi bahwa dengan adanya perubahan itu tidak berpengaruh, tidak putus. Jadi yang tadinya ada anggaran ekonomi yang dipergunakab untuk kelompok-kelompok binaan tidak putus tetapi tetap ada. Hanya saja lebih dipusatkan ke pedalaman-pedalaman yang tidak dapat bagian selama ini. “Justru mereka yang pesisir dan pedalaman akan lebih banyak mendapat manfaat nanti,” tuturnya.

Sedangkan, untuk program yang dipihak ketigakan itu kalau di LPMAK di internal lembaga masih bisa mengelola program-program yang ada diluar. Misalnya, mereka bisa mengambil alih langsung untuk membangun sekolah, membuat kandang ayam, kandang ayam.

“Sekarang peran lembaga yang langsung mengambil alih itu sudah tidak ada, kita hanya menjadi pendonor saja. Kita akan persiapkan semua yang berkaitan dengan dokumen dan untuk menjalankan semua pihak ketiga. YPMAK tidak urus lagi sampai di pelaksanaan,”ungkapnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait