Lemasko Minta Polisi Tangkap Oknum Penipuan Besi Tua Mengatasnamakan Lembaga Adat, Kerugian Hingga Milyaran

Ketua Lemasko Gergorius Okoare bersama para pengurus Lemasko saat jumpa pers yang digelar di Hotel Serayu Timika, Selasa (21/6/2022).

Timika – Tabaos14 | Lembaga Masyarakat Adat Kamoro (Lemasko) meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap oknum-oknum yang mengatasnamakan lembaga adat melakukan penipuan besi tua milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang di klaim ada di Jakarta dan Surabaya.

Ketua Lemasko Gergorius Okoare dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Serayu Timika, Selasa (21/6/2022) mengatakan, sudah banyak orang yang tertipu hingga Milyaran rupiah oleh oknum suku Kamoro yang mengaku sebagai pengurus Yayasa Yuamako, Kepala Suku Kamoro maupun Tokoh Kamoro yang memiliki rekomendasi untuk menjual besi tua milik PTFI yang posisinya berada di Jakarta dan Surabaya.

“Banyan pembeli yang tertipu maka laporkan hal tersebut kepada pihak berwajib agar oknum tersebut segera di tangkap dan diproses hukum Lemasko tidak pernah kasih surat rekomendasi besi tua,”kata Gery panggilan karib Gergorius Okoare.

Gery menegaskan besi tua yang berada di Jakarta dan Surabaya tersebut tidak ada hubungannya dengan Lemasko dan PTFI. Pasalnya Lemasko tidak pernah mengirimkan besi tua tersebut ke Jakarta dan Surabaya.

“Lemasko dan Lemasa dalam pengurusan besi tua tersebut telah melakukan MoU dengan salah satu perusahaan bukan kami yang urus langsung,” tegasnya.

Gery mengungkapkan praktik penjualan besi tua dilakukan oleh perorangan maupun kelompok yang mengatasnamakan Lemasko tersebut untuk keuntungan pribadi mereka.

“Mereka itu bukan tokoh bukan kepala suku dan bukan ketua yayasan maupun pengurus. Mereka pengurus itu sudah dipecat karena korupsi uang yayasan. Sedangkan yang mengaku tokoh itu bukan tokoh dia tidak didengar oleh masyarakat,” ungkapnya.

Gery meminta kepada pihak-pihak yang telah tertipu untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. Selain itu untuk yang belum tertipu agar berhati-hati karena Lemasko tidak bertanggung jawab dengan yang apa dilakukan oleh oknum-oknum tersebut.

“Silahkan lapor karena banyak yang tertipu, oknum-oknum tersebut minta uang akomodasi dan segala macam sedangkan besi tuanya tidak jelas punya siapa,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua I Dominikus Mitoro menambahkan, untuk besi tua untuk kepentingan Lemasko dan Lemasa tersebut adalah berbentuk besi scrap yang ada di Mill 38.

Menurutnya Lemasko dan Lemasa hanya terima hasil saja dari penjualan yang pada perusahaan yang ditunjuk. Bukan Lemasko dan Lemasa yang pergi menjual besi tua tersebut.

“Sedangkan yang ada di Jakarta dan Surabaya itu bentuknya alat berat yang mereka mengaku-ngaku itu milik Freeport yang ada di Timika. Lembaga adat hanya terima hasil saja tapi oknum-oknum yang datang ke Jakarta mengatasnamakan Lemasko itu tidak benar,” ungkapnya.

 

 

 

 

Pos terkait