Lebih Dari 50 Persen Guru Di Mimika Tolak Di Vaksin Ini Langkah Dinkes Mimika

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebutkan dari 2000 guru di wilayah kota, lebih dari 50 persen guru-guru di Kabupaten Mimika menolak di vaksin. Hal tersebut membuat Dinkes Mimika melakukan strategi agar para guru mau di vaksin semuannya sehingga sekolah tatap muka yang rencanakan pada bulan depan bisa dilaksanakan di Kabupaten Mimika.

Kepala Dinkes Mimika Reynold Ubra mengatakan bahwa, strategi yang dilakukan adalah Pertama akan melakukan rapat koordinasi berssma Dinas Pendidikan (Disdik). Strategi Kedua adalah Dinkes akan fokus kepada sasaran-sasaran perioritas. Ketiga Dinkes Mimika akan memperkuat tim sosislisasi dan advokasi, yang melibatkan para tokoh termasuk insan pers untuk mengkampanyekan vaksinasi.

Bacaan Lainnya

“Yang paling utama strategi yang paling kami perkuat adalah sosialisasi dan advokasi, karena banyaknya berita hoaks yang mempengaruhi keputusan para guru untuk tidak mau di vaksin,”kata Reynold saat ditemui di hotel Grand Tembaga, Rabu (9/6/2021).

Reynold mengungkapkan bahwa untuk guru-guru yang paling patuh melaksanakan vaksinasi mulai vaksin pertama hingga ke dua adalah para guru di sekolah swasta. Semua guru swasta dari tingkat Paud hingga SMA/SMK kepatuhannya tingga di banding guru disekolah negeri.

“Contoh salah satu sekolah SMK Negeri dari jumlah guru yang disuntik vaksin hanya ada di bawah 30 persen yang lain alasannya sakit asma,”ungkapnya.

Menurut Reynold alasan paling banyak para guru tidak mau di vaksin adalah karena memiliki penyakit asma. Padahal tim dari puskesmas sudah melakukan pemeriksaan medis terhadap para guru dan tidak ada memiliki asma. “Padahal dilakukan pemeriksaan secara medis itu tidak menunjukkan itu. Tapi hasil dari evaluasi kami masalah utamanya bukan itu tapi karena kurangnya sosialisasi,”tuturnya

Reynold menegaskan bahwa keputusan dilakukannya sekolah tatap muka bukan dari Dinkes, tetapi datang dari tim Satgas Covid. Pihak Dinkes hanya memberikan data dan rekomendasi sekolah mana yang bisa melakukan sokolah tatap muka dan juga sekolah mana yang jangan dulu melakukan sekolah tatap muka.

“Dinkes akan menyampaikan ini lho sekolah yang sudah gurunya menerima vaksin lebih kurang 80 persen itu bisa tatap muka. Sementara kalau belum divaksin atau menolak saya harap agar jangan di buka,”tegasnya.

Reynold menambahkan bahwa pihaknya mengakui jika mau tidaknya seseorang untuk di vaksin adalah hak masing-masing. Tetapi Dinkes Mimika selaku Pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga masyarakat agar tidak tertular atau terinveksi virus Covid 19.

“Benar mereka punya hak untuk menolak tetapi ini tanggung jawab bersama dan Pemerintah ingin bagaimana kekebalan imunitas ini bisa terjadi maka orang yang tidak mau di vaksin mestinya perlu ada sanksi. Karena orang lain juga punya hak untuk tidak tertular,” ujarnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait