Kwarnas Gerakan Pramuka Berduka

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 

 

INDONESIA – Tabaos14    I    Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jumat (21/02) menyatakan dukacita mendalam atas peristiwa kecelakaan air di Sungai Sempor, Dukuh Donokerta Kecamatan Turi Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah mengakibatkan jatuhnya korban
meninggal dan korban luka sejumlah siswa SMP Negeri 1 Turi, Kabupaten Sleman yang
berseragam Pramuka.

Atas peristiwa tersebut, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyatakan dukacita
dan bela sungkawa yang mendalam.

Dalam pers rilis ini juga disampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan dan pertolongan korban. Baik Pemerintah, TNI, Polri, BPBD, BASARNAS, PMI, SAR DIY, RESCUE 920, GBS, PITU RESCUE, CODE X, Bahari, SRC, SAR Linmas, IOF, Sembada Rescue, SAR MTA, PRB Mlati, Rescue 328, Mapala Satu Bumi, Mahaguru, Komunitas Relawan, Tim Pramuka Peduli Kwarcab Sleman dan Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta, serta masyarakat sekitar tempat kejadian.

Kwartir Nasional melalui Komisi Pengabdian Masyarakat terus melakukan koordinasi
dengan tim di lapangan, khususnya untuk mengetahui kabar terkini mengenai peristiwa tersebut.

Siapapun tentu tidak menghendaki tragedi tersebut terjadi. Namun demikian, sebagai bahan pembelajaran, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sekali lagi mengimbau kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka, khususnya kakak-kakak pembina agar menerapkan pengetahuan manajemen risiko dan bijaksana dalam memberikan kegiatan kepada peserta didiknya.

Di samping itu juga kakak-kakak agar selalu mempertimbangkan berbagai hal dan
mengutamakan keselamatan semua peserta kegiatan, seperti tertuang dalam SK Kwarnas No.227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Resiko dalam Gerakan Pramuka.

Sebagai organisasi moderen dan bertanggungjawab dalam mendidik dan membina kaum muda Indonesia, Gerakan Pramuka memiliki komitmen untuk mengelola resiko sebagai upaya untuk mencapai tujuan, serta memaksimalkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan
program dan penyediaan pelayanan, dalam berhubungan dengan anggota, pembina, pelatih, pengurus, staf, majelis pembimbing, pemerintah, serta infrastruktur, dalam lingkungan yang aman dan praktis, dirancang untuk mencegah kerusakan, kerugian, luka atau kehilangan pada
Gerakan Pramuka atau pihak-pihak lain yang terkait dengannya.

Pers Reales ini dikeluarkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Jakarta, 21 Februari 2020 melalui Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka, Guritno. (Samone)

Pos terkait