Komnas Perempuan Terus Dalami Kasus Pemerkosaan Oknum AG

Komisioner Komnas Perempuan RI, Andy Yentriyani

 

JAKARTA – Tabaos14    I    Komisi Nasional Anti Kekerasan Perempuan (Komnas Perempuan) Republik Indonesia, sejauh ini masih mendalami kasus kekerasan seksual yang dilakukan salah satu oknum pejabat Pemprov Papua berinisial AG di akhir Januari 2020 di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan.

“Kita sudah mendapat mengaduannya dari keluarga korban dan juga kuasa hukum,” kata Andy saat ditemui di Kantor Komnas Perempuan di Jalan Latuharhary No. 4b Jakarta Pusat, Selasa (18/02).

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan pengaduan dari keluarga dan kuasa hukum. Pihak Komnas Perempuan masih mendalami laporan, yang pelakunya merupakan pejabat publik itu. Sehingga, proses hukum terhadap kasus tersebut bisa berjalan

“Kami sedang mendalami kasusnya untuk bisa memahami bagaimana caranya membantu agar proses hukumnya berjalan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan mengawal proses hukum terhadap kasus tersebut. Alasannya, karena kalau luput dari pemberitaan maka perlahan akan hilang sebelum sampai pada persidangan. Sedangkan proses persidangan merupakan sebuah pembuktian

“Seluruh proses pembuktian, baik itu di meja persidangan maupun di masyarakat, itu seolah-olah mensyaratkan korban untuk terus-menerus maju dihadapan publik menyatakan dirinya. Padahal, itu bukan sesuatu yang diinginkan oleh korban,” ungkapnya.

Tidak hanya Komnas Perempuan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak LPSK selaku lembaga yang melindungi para saksi dan korban agar menyikapi kasus tersebut secara bersama-sama.

Ia mengakui, pihaknya tidak melakukan pendampingan terhadap masing-masing kasus. Tapi kasus tersebut akan dirujuk juga ke sebuah lembaga lain untuk dilakukan pendampingannya.

“Kami memang tidak lakukan pendampingan masing-masing kasus, tapi biasanya kami akan rujuk ke salah satu lembaga yang memang melakukan pendampingan bagi korban kekerasan,” akunya.

Sebelumnya, seorang ibu melaporkan tindak asusila yang dilakukan oknum penjabat Pemerintah Provinsi Papua berinisial AG ke Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (31/01) lalu.

Dalam dokumen Laporan Polisi Nomor: LP/199/K/I/2020/PMJ/Restro Jaksel, ia menuduh AG telah memerkosa anak tunggalnya di salah satu hotel di Jakarta, Selasa (28/01). Laporan itu disertai barang bukti pakaian seragam sekolah, celana dalam, dan hasil visum yang berisi bukti terjadi kekerasan.

AG telah sengaja memberikan minuman yang membuat anaknya tidak sadarkan diri di kamar hotel, tempat AG menginap. Pada saat itulah, diduga AG melakukan aksi bejatnya. (Mrc)

Pos terkait