Komisi B Minta Disperindag Tingkatkan Kreatifitas Hasilkan PAD

  • Whatsapp

TIMIKA – TABAOS14  |  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika diminta untuk meningkatkan kreatifitas serta jeli melihat dan mengawasi peluang yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi B DPRD Mimika, Rizal Pata’dan mengatakan, meski Disperindag mempunyai banyak persoalan. Namun, kreatifitas untuk peningkatan pendapatan dari sektor perindustrian dan perdagangan harus tetap diperhatikan.

Muat Lebih

“Dengan adanya hasil tambang di area Freeport seharusnya bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah jika pemerintah melalui Disperindag lebih jeli lagi dalam melakukan tupoksinya,” kata Rizal ketika melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bernadinus Songbes di Kantor Disperindag Mimika Jalan Poros RSMM, Senin (22/6) kemarin.

Menurut Rizal, sebagai mitra kerja Disperindag dapat menyampaikan ke komisi B agar dapat mengindentifikasi hambatan serta persoalan yang dialami Dinas.

Sementara itu, Anggota Komisi B, Aloisius Paerong mengkritisi soal pasar sentral. Menurutnya pusat keramaian itu faktor kenyamanan bagi pengunjung dinilai kurang nyaman.

Menjawab hal ini, Kadisperindag, Bernadinus Songbes mengatakan untuk peningkatan PAD Kabupaten Mimika akan terus digenjot bersama jajaranya. Namun alat tera ulang ini harus dikalibrasi setiap tahun di Bandung.

“Kami berharap ada dukungan agar kami juga dapat pelatihan. Kami harap DPR juga ada perhatian. Karena retribusi, di Timika yang paling kecil padahal seharusnya besar, pengawasan barang kadaluarsa. Kami turun di distrik-distrik, tapi di sana tidak ada. Di kota yang banyak, namun kami belum bisa turun terlalu banyak,” jelas Songbes.

Dikatakanya, dalam rangka pengembangan SDA dan SDM di bidang industri. Selama ini pihaknya bekerja sama dengan nara sumber dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk Pelatihan kepada masyarakat UKM. Pihaknya juga  mendapat kesempatan untuk mengajukan dari DAK untuk membuka galeri UKM, di pasar sentral. Tujuanya untuk memamerkan hasil kreasi binaan.

“Harapan kami dewan bisa membantu agar hal ini bisa terlaksana. Terutama putra daerah untuk membantu mereka dalam pengembangan perekonomian,” ungkapnya.

Terkait dengan tingkat kemahalan harga di wilayah pesisir, Songbes mengaku sejak Tahun  2018 Disperindag bekerja sama dengan Kemenhub dan Kementrian Perdagangan yakni Gerai Maritim, untuk menekan harga diwilayah itu.

“Kita dapat program jembatan udara, Jila, Alama dan Arwanop subsidi pesawat 100 persen untuk PP. Beras Rp 1 juta turun menjadi Rp 350 ribu. Kita harapkan ada gudang untuk menyimpan barang ini di Bandara agar masyarakat datang langsung beli,” paparnya.

Reporter : Ifona Akoha

Editor     : Tahir