Keyakinan Iman Penginjil DTP Kini Nyata Terwujud

Pdt. Petrus Mulyana, S.Th dalam Ibadah Syukur HUT Pekabaran Injil DTP di Klasis Mimika, Rabu (05/02).

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14     I     Nubuatan sang Dominee I. S. Kijne yang dikatakannya di Bukit Aitumeri, 25 Okt 1925 bahwa, “… di atas batu ini saya meletakkan peradaban Orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat untuk memimpin bangsa ini, mereka tidak dapat memimpin bangsa ini. Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri.”

Liturgos Ibadah Syukur HUT Pekabaran Injil DTP ke-165, Pdt. Kristine Maniambo, S.Si. Teol.

Nubuatan itu adalah keyakinan Iman, Pdt Petrus Mulyana, S.Th mengingatkan, yang kini telah sungguh-sungguh terwujud menjadi suatu kenyataan di atas Tanah Papua ini.

“Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati, Walikota, bahkan sampai pejabat-pejabatnya hingga ke tingkat yang paling rendah memang ternyata dipimpin oleh anaka-anak negeri Papua ini,” kata Pdt. Petrus Mulyana dalam refleksinya di Ibadah Syukur HUT Pekabaran Injil Di Tanah Papua dalam lingkungan Klasis GKI Mimika, Rabu (05/02).

Dalam gayanya yang tegas dan memberi inspirasi dalam contoh-contoh riil kehidupan umat GKI DTP di masa kini, Pdt Petrus yang juga dipercaya sebagai Kepala Bagian Umum Sinode AM GKI DTP itu menegaskan, Penginjil Ottow dan Geisller yang hadir dengan mengucapkan, “Dengan Nama Tuhan, Kami Menginjak Tanah ini.” Kini banyak berubah atau mengalami perubahan karena dirubah menjadi, “Kami Menginjak-injak Tanah ini dengan Nama Tuhan.”

Bagian refleksi mendalam inilah yang dicontohkannya bahwa, ada cukup banyak orang yang datang dan hidup di Papua ini dan belum menjadi berkat karena di Papua terlihat hidup digubug sederhana namun di kampungnya memiliki rumah gedung megah. Ilustrasi ini sontak disambut tepuk-riuh jemaat, sambil menyerukan kata, “Amin.”

Sumber : Iriana Singers.

Tak hanya itu karena pada bagian lainnya, Pdt Petrus juga merefleksikan agar semua umat bahkan segenap pejabat di Tanah Papua untuk bekerjalah dengan sungguh dan jujur, supaya mampu berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran lainnya.

“Supaya jika Kamu mengalami suatu berkat dapat merasakan tanda heran yang terjadi dalam hidupmu, atau jika mendengarkan orang lain menikmati berkat maka Kamu dapat melihat tanda heran itu dialami oleh orang lain diatas Tanah Papua ini,” pesannya.

Rangkaian Khotbah menarik yang menggelitik dan dipenuhi contoh reflektif, dapat dinikmati dalam rekaman audio visual (Video) Renungan HUT PI DTP di Klasis GKI Mimika oleh Pdt. Petrus Mulyana, S.Th. (samone)

 

 

Pos terkait