Ketua Klasis Gereja Advent Bantah PK Penyandang Dana Pembelian Senmu Untuk KKB Adalah Gembala Gereja Advent

  • Whatsapp

Nabire – Tabaos14| Ketua Klasis Gereja Advent Hari Ketujuh Nabire Pendeta Alan Sasary membantah jika PK yang ditangkap oleh timsus Polda Papua adalah gembala gereja Advent. Hal ini sekaligus mengklarifikasi pemberitaan tersangka PK merupakan gembala dari gereja Advent.

Tersangka PK sendiri diamankan oleh Timsus Polda Papua pada, Selasa (20/4) terkait keterlibatannya sebagai penyandang dana pembelian senjata api dan amunisi untuk KKB di wilayah pegunungan Papua.

Bacaan Lainnya

Menurut Pendeta Alan, berdasarkan database keanggotaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh daerah misi Papua, nama tersebut berinsial PK tidak tercatat keanggotannya. Dengan demikian organisasi Gereja tidak memiliki keanggotaan tersebut.

“Selanjutnya dari pihak Gereja hanya berpegang data keanggotaan berdasarkan database itu adalah bukti yang digunakan oleh gereja daerah Misi Papua dan uni kawasan Indonesia Timur,”kata Pendeta Alan didampingi oleh Gembala Jemaat Memorial Kalibobo Pendeta Kalven Krey dan Ketua Pendidikan Gereja Advent Hari Ketujuh Nabire Aleks Kamiroki, di Koridor Polres Nabire, Selasa (20/4).

Ia mengatakan, Gereja Advent adalah Gereja Global atau universal sistim keanggotannya adalah online. Untuk itu Ia mengimbau mengimbau kepada seluruh jemaat Gereja Advent Hari Ketujuh Nabire agar kita tetap menjaga keamanan, kenyamanan dan kedamaian sesuai dengan perintah injil Matius 5 : 9, Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka disebut anak-anak Allah.

“Kami megharapkan kepada pers untuk dapat menyampaikan berita ini kepada pers yang bersangkutan untuk dapat mengklarifikasi penyampaiannya agar tidak membuat salah tafsir publik terhadap Gereja Adevent Hari Ketujuh Nabire,” kata Alan.

Wakapolres Nabire Kompol Samuel D. Tatiratu S membenarkanTim Satgas melaksanakan penangkapan terhadap salah satu oknum masyarakat dengan insial PK. Bahkan PK mengakui perbuatannya membeli senjata api dan amunisi selama tahun 2018 kepada petugas.

“Bahwa memang benar pada saat dilaksanakan penangkapan terhadap PK tidak ada kegiatan kekerasan fisik atau verbal namun PK sangat koperatif dan setibanya di ruang kerja Wakapolres PK sempat dikonfirmasi bahwa mengapa sampai diamankan oleh Tim Satgas, PK paham akan perbuatannya,” kata Samuel.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait