Kepala Dinas Peternakan Bantah Informasi Adanya Kasus Rabies di Mimika

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, drh. Sabellina Fitriani.

Timika – Tabaos14 | Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, drh. Sabellina Fitriani membantah informasi yang melaporkan bahwa sejak awal Januari hingga pertengahan tahun 2022 telah ditemukan 8 kasus rabies.

“Mungkin itu hanya kasus gigitan biasa saja,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Dinas Perhubungan, Jalan C. Heatubun, Timika, Selasa (5/7/2022).

Sebab, menurutnya untuk mendiagnosa hewan terjangkit rabies dibutuhkan uji laboratorium yang melalui beberapa tahapan.

“Sebetulnya rabies pada anjing itu kita harus melakukan pemeriksaan laboratorium dulu. Dan juga kalau memang anjing itu betul rabies kemudian melakukan gigitan dan terjadi kematian pada manusia itu baru mungkin kita bisa lakukan diagnosa,” jelasnya.

“Setelah itu baru kita melakukan uji Fluorescent Antibody Technique (FAT), kita mengambil hippocampus pada anjing, kemudian ada juga dilakukan pewarnaan sellers’, di situlah kita bisa mendiagnosa kalau anjing itu rabies,” imbuhnya.

Yang jelas, kata Sabellina, kalau anjing menggigit kemudian diduga rabies, maka anjing tersebut perlu diisolasi dalam waktu dua minggu untuk kita dipastikan rabies atau tidak.

“Kalau dia memang anjing rabies, maka dia akan mati sebelum dua minggu. Sehingga dia menggigit manusia dan menyebabkan rabies pada manusia,” katanya.

Sesudah terbukti bahwa anjing itu adalah anjing rabies barulah disiapkan Serum Anti Rabies (SAR) bagi korban yang digigit.

Oleh sebab itu, belum bisa dibenarkan bahwa saat ini di Mimika terdapat 8 kasus rabies karena sejauh ini pihaknya belum menemukan ada kasus anjing yang mati dalam waktu dua minggu setelah menggigit korban.

Di samping itu, Sabellina menyebutkan secara historis pun Papua belum pernah ada kasus rabies sama sekali.

“Itu sudah masuk dalam SK Menteri Pertanian tahun 2019 yang menyatakan bahwa Papua bebas rabies. Itu sudah diuji juga di depan komisi ahli,” tandasnya.

Sementara itu, dari pihak Dinas Peternakan juga setiap tahun selalu melakukan surveilans tentang rabies yang mana tidak pernah ditemukan kasus rabies pada anjing.

“Sudah tiga tahun ini kita juga lakukan vaksinasi rabies pada anjing secara rutin. Tahun ini kita mendapatkan 500 dosis. Ini untuk semua jenis anjing. Jadi kita survei, kita data, kemudian kita melihat hasilnya di lapangan seperti apa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sabellina juga memaparkan bagaimana ciri-ciri anjing dengan gejala rabies.

“Gejala anjing yang rabies itu dia agresif, ganas, air liur banyak berbusa-busa kemudian demam, dan ada kelumpuhan. Dia juga suka menyerang hewan lain dan tanpa diprovokasi pun dia akan mengigit” ucapnya.

Pos terkait