Kasus Kusta di Mimika Barat Jadi Sorotan di Paipurna DPRD, Ini Penjelasan Wabup Rettob

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

Timika – Tabaos14 | Kasus penyakit kusta yang merebak di di Kampung Tapermai dan Aindua Distrik Mimika Barat yang hingga saat ini dinilai belum ada perhatian dari Pemerintah kembali menjadi sorotan DPRD Mimika.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat Paripurna DPRD Mimika II Masa Sidang II DPRD Mimika tentang Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Ranperda PP-APBD Kabupaten Mimika tahun anggaran 2021 di kantor DPRD Mimika, Kamis (21/7/2022).

Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob saat ditemui usai rapat Paripurna mengatakan, pihaknya mengakui dan sesungguhnya penyakit kusta itu sudah ada sejak lama.

“Saya tahu itu karena saya sendiri juga sudah melihat langsung bahwa ada masyarakat terutama di Mimika Barat. Di Tapermai itu ada 20-an, di Aindua juga jumlahnya sekitar itu. Dan sebenarnya itu sudah lama sekali. Yang kita khawatirkan adalah dia berkembang dan menyebar luas karena ini kan dia menular,”kata Wabup.

Dia juga mengakui bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Mimika tidak terang-terangan menyampaikan hal ini ke publik untuk dikritisi dan diatasi.

“Sebenarnya kita harus segera atasi. Memang sampai sekarang kita belum publis. Artinya pemerintah tidak pernah publis dan dikritisi bahwa sebenarnya pemerintah harus sampaikan bahwa ini masalah yang sudah terjadi, jadi kita akui itu,” tuturnya.

Menurutnya untuk merawat pasien kusta diperlukan orang-orang khusus yang sudah berpengalaman. Sayangnya di Mimika sendiri belum ada tim medis khusus yang membidangi penyakit kusta.

“Orang merawat kusta ini bukan sembarangan. Orang yang merawat kusta ni orang-orang khusus yang sudah pernah merawat kusta. Makanya kita harapkan supaya seharusnya kita sudah mulai datangkan orang-orang itu untuk tangani ini,” terangnya.

“Ini kan tergantung kita saja karena yang kita harapkan ya mesti ada perhatian-perhatian khusus dari pemerintah. Baik itu anggaran maupun lainnya. Kalau kita sampaikan kepada Kementrian Kesehatan mungkin bakal ada tim yang datang. Sampai sekarang kita belum sampaikan,” imbuhnya.

Hingga saat ini, kata Wabup Rettob, para pasien kusta tersebut belum juga diisolasi.

“Itu yang kita khawatir kan. Tapi kita bersyukur mereka sendiri yang menyadari kalau mereka kusta sehingga ada yang sampai pergi tinggal di tempat lain. Itu inisiatif mereka sendiri,” pungkasnya.

Pos terkait