Kapolda Papua Tegaskan TNI-Polri Tak Akan Mundur Selangkah pun Terhadap KKB

  • Whatsapp

Jayapura – Tabaos14| Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri, menduga kuat pelaku pembakaran gedung sekolah, puskesmas serta merusak sejumlah fasilitas umum yang terjadi pada Minggu (2/5) kemarin adalah anggota KKB yang pernah kontak tembak dengan aparat.

Kapolda Papua menyebutkan bangunan-bangunan yang dibakar digunakan sebagai Poskotis oleh aparat saat penegakan hukum beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Bahwa benar telah terjadi aksi pembakaran di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang mana juga merupakan pelaku aksi kejahatan kekerasan maupun kontak tembak dengan petugas beberapa waktu lalu,” kata Kapolda Fakhiri, Selasa (4/5).

Kapolda mengatakan, dari aksi tersebut tidak ada korban jiwa namun Ia berharap kejadian ini tidak akan terulang kembali, karena bangunan tersebut merupakan tempat fasilitas umum masyarakat. “kami akan tindak tegas, kami harap masyarakat juga harus berani melawan karena mereka (KKB) atau siapapun yang mengganggu keamanan patut untuk kita tindak tegas di wilayah kampung kita masing-masing,” jelas Kapolda Papua.

Fakhiri menjelaskan, seperti diketahui kawasan Lekagak Telenggen, masih jauh di belakang Kampung Mayuberi. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan penegakan hukum sampai dipastikan Kabupaten Puncak, Ilaga bersih dari para kelompok KKB.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal mengatakan, sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah melakukan pembakaran terhadap gedung sekolah, Pukesmas serta melakukan pengerusakan fasilitas jalan. Kejadian ini terjadi pada Minggu (2/5) sekira pukul 22.30 Wit.

“Saya tegaskan bahwa aparat TNI-Polri tidak akan mundur selangkah pun dan kita akan lakukan penegakan hukum terhadap KKB dalam beberapa waktu ke depan. Pukul 11.30 Wit, telah datang melapor Kepala Distrik Ilaga Utara, Bapak Joni Elatotagam bahwa telah terjadi pembakaran yang berawal pada Minggu, 2 Mei 2021, sekitar Pukul 22.30 Wit,” terang Kabid Humas Polda Papua.

Menurut Kamal, berdasarkan keterangan dari Joni Elatotagam, pada saat berada di Kampung Uloni Distrik Ilaga Kabupaten Puncak. Melihat kumpulan asap hitam tebal yang berasal dari Kampung Mayuber sekitar Pukul 23.00 WIT. Sehari setelah kejadian tersebut Joni Elatotagam tiba di Kampung Kimak untuk melapor kepada pihak Kepolisian, kemudian kembali mendapat telepon dari saksi kedua bahwa Gedung SD Mayuberi telah di bakar juga oleh Kelompok KKB.

“Bapak Joni Elatotagam mengambil langkah yaitu pada Senin 3 Mei 2021 mendatangi Polres Puncak untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisan,” jelas Kabid Humas Polda Papua.

Kamal menambahkan, untuk fasilitas jalan yang telah dirusak oleh kelompok yang telah ditetapkan sebagai teroris oleh pemerintah yakni sebanyak tiga lokasi yakni Jalan Kimak, Jalan Tagaloa dan Jalan Wuloni Pintu Angin.

Selain itu kata Kamal informasi yang didapati bawha jalan tersebut digali dengan kedalaman 25-40 Cm. Pengerusakan tersebut menurut Bapak Joni Elatotagam kemungkinan bertepatan dengan waktu pembakaran Gedung Puskesmas dan Gedung SD Nayuberi.

“Selain itu ada banyak sekali simpatisan KKB yang membantu pembakaran Gedung dan pengerusakan fasilitas jalan yang dibagi dalam beberapa kelompok. Saat kelompok pertama melakukan pembakaran puskesmas dan di lanjutkan membakar SD Mayuberi, kelompok lain bertugas merusak tiga titik Jalan Mayuberi, Jalan Kimak, Jalan Wuloni dan kelompok yang bersenjata berada di pinggir jalan mengamankan simpatisan yang bekerja merusak Fasilitas Umum tersebut,” pungkasnya.

Reporter : Tim
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait