Kapolda Papua : Kondisi Medan Dan Komunikasi Penyebab Sulit Jangkau Lokasi Pembakaran Pesawat Milik MAF

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengakui belum bisa melakukan penyelidikan terkait dengan pembakaran pesawat MAF PK-MAX di Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya, oleh Kelompok Kriminal Bersenjata yang terjadi pada Rabu (07/01/21) kemarin.

Bacaan Lainnya

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, belum bisa memastikan kondisi pesawat MAF di lokasi kejadian, karena belum mendapatkan informasi dari Polres Intan Jaya terkait jarak tempuh menuju lokasi kejadian.

“Sampai saat ini Polres Intan Jaya belum mengirimkan laporan jarak tempuh untuk menuju lokasi itu. Apalagi daerah tersebut kondisi wilayahnya hanya bisa ditempuh dengan pesawat berbadan kecil,” kata Kapolda saat di Timika, Jumat (08/01/21).

Meski demikian, kata Kapolda saat ini tim satgas Nemangkawi dan satgas gabungan TNI Polri yang bertugas di Intan Jaya terus berupaya agar bisa masuk ke lokasi tersebut. “ Yang menjadi kendala yakni wilayah dan cuaca yang ekstrim juga soal komunikasi sehingga itu yang membuat kami kesulitan,” katanya.

Kapolda menambahkan, Kapolri sendiri telah memerintahkan agar terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut dengan mengerahkan kekuatan personil yang ada. “Iya sesuai perintah Bapak Kapolri agar terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku ini,” ujarnya.

Seperti diketahui pada Rabu (06/01/21), telah terjadi kasus pembakaran 1 Unit pesawat MAF PK-MAX oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Bandara Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya.

Saat itu Pesawat MAF PK-MAX yang di piloti Warga Negara Amerika bernama Alex Luferchek berangkat dari Bandara Nabire dengan membawa 2 penumpang masyarakat tujuan Pagamba (Bandara perintis milik MAF) Distrik Biandoga Kabupaten Intan Jaya.

Sekitar pukul 09.00 Wit Pilot Pesawat MAF PK-MAX Alex Luferchek melaporkan Via Radio ke kantor MAF bahwa pesawat telah mendarat tiba di Bandara Pagamba dengan baik. Namun saat sudah mendarat dalam posisi berhenti tiba-tiba dalam semak di sekitar lapangan terbang, muncul sekitar 10 orang dengan membawa senjata laras panjang dan pendek mendekati pesawat.

Masyarakat yang kelaparan melihat kelompok KKB langsung melarikan diri, kemudian kelompok itu mengarahkan senjata kepada pilot pesawat dan menyuruhnya keluar dari pesawat. Tidak lama kemudian mereka merusak dan membakar mereka membakar pesawat tersebut.

Sang Pilot sendiri selamat dan diamankan oleh para pendeta dan masyarakat ke Kampung Tekai perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya. Keesokan harinya sang Pilot berhasil dijemput dari pihak MAF dan dievakuasi ke Nabire.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait