Job Fit Jadi Pertimbangan Bupati Lakukan Rotasi Pejabat

  • Whatsapp

Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Marthen Paiding diantara para peserta Uji Kompetensi Pejabat Mimika.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I    Sekretaris Daerah
(Sekda) Mimika, Marthen Paiding mengatakan, berdasarkan prosedur Undang-undang ASN yang sudah diatur dengan PP 11 tentang managemen ASN. Tujuan job fit bukan untuk mendemosi para pejabat, melainkan sebagai bahan pertimbangan kepala daerah melakukan rotasi pejabat yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Hal itu disampaikannya saat membuka uji kompetensi pejabat tinggai pratama Kabupaten Mimika akan menduduki jabatan tertentu sesuai rotasi yang akan dilakukan Bupati Mimika, yang diselenggarakan di salah satu hotel di Timika, Selasa (03/03).

Dari uji kelayakan, pejabat ini bisa diketahui cocok ditempatkan dimana. Jadi, dalam uji kelayakan ini, pejabat diberikan kesempatan memilih posisi jabatan mana yang diinginkan. Tetapi sebelum itu, tentunya tim pansel akan menggali dulu alasan pejabat tersebut memilih posisi jabatan tersebut.

”Bukan sekedar memilih, kalau mau pindah ke OPD lain, apa kemampuan pejabat tersebut, akan kita cocokkan dengan hasil asesment dan uji kelayakan yang sudah dilakukan. Namun, pejabat khususnya tinggi pratama yang ingin dimutasi pada jabatannya yang sama maka harus yang sudah 2 tahun atau 5 tahun. Itupun harus melalui uji kompetensi atau job fit,” jelasnya.

Menuru Sekda, hari pertama ini, tes yang dilakukan yaitu tes psikologi. Kemudian, dilanjutkan besok, dengan agenda penulisan makalah dan hari terakhir adalah wawancara. Khusus untuk penulisan makalah akan dimonitor langsung oleh KASN. Ada pejabatnya besok, salah satu komisioner yang nanti melihat secara langsung, bagaimana pelaksanaan dari pada Job Fit yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Jadi, dasar pertimbangan kepala daerah untuk penentuan jabatan karena akan ada roling yang dilakukan oleh pimpinan. Hasil dari ini akan menjadi bahan pertimbangan dari pada pejabat pembina kepegawaian untuk mengambil keputusan,” tuturnya.

Marthen menambahkan, inti dari uji kompetensi ini adalah untuk mengevaluasi pejabat yang lama menjabat di satu OPD. Termasuk, mengevaluasi kinerjanya. Nantinya, dari hasil Job fit itu, baru pihaknya akan melakukan pengisian jabatan.

“Saya hanya memfasilitasi teman-teman untuk melaksanakan job fit ini. Kebijakan selanjutnya ada di pembina kepegawaian,” ujarnya. (*#/samone)

  • Whatsapp

Pos terkait