Intervensi Perilaku dan Lingkungan Dalam Pencegahan Penyakit Malaria di Mimika

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia. Penyakit ini secara alami ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina.

Menurut Comunity Health Development PT Freeport Fanny Oktavianus Lolong, infeksi ini dapat menyebabkan anemia dan penurunan produktivitas pada penderitanya bahkan menyebabkan orang meninggal dunia.

Muat Lebih

“Berdasarkan konsep klasik Bloom, perilaku hidup sehat dan lingkungan yang bersih merupakan faktor yang cukup dominan dalam mempengaruhi status kesehatan seseorang,” kata Fanny ketika dihubungi Tabaos14.com Rabu (22/7).

Ia mengatakan, studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran intervensi perilaku dan lingkungan dalam menanggulangi kejadian malaria. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang didasarkan pada teori dan penelitian tentang derajat kesehatan masyarakat.

“ Data Dinkes Mimika angka kesakitan malaria yang tercatat dalam Indikator Annual Parasite Incidence (API) tahun 2019 di Kab Mimika yakni 374,79/1000 penduduk, dengan jumlah kasus kesakitan 82.192,” katanya.

Menurutnya guna menurunkan angka kesakitan tersebut diperlukan upaya penanggulangan vektor malaria yang efektif dan efisien diantaranya melalui intervensi perilaku dan lingkungan. Penerapan Prilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penyehatan lingkungan guna menghilangkan tempat perindukan vektor malaria.

“ Dan ini harus dilakukan secara berkesinambungan dan melibatkan partisipasi masyarakat agar tercipta derajat kesehatan masyarakat Indonesia yang setingi-tingginya,” katanya.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp