Ini Sederet Aksi Kejahatan KKB Di Papua Dalam Empat Bulan Terakhir

  • Whatsapp

Jayapura – Tabaos14| Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua dalam empat bulan terkahir ini sangat meresahkan. Dari melakukan aksi penembakan pesawat, guru, tukang ojek dan warga sipil hingga TNI – Polri.

Kabid Humas Polda Papua Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, sederet aksi kejahatan itu terjadi sejak bulan januari. Di awal bulan tahun ini aksi Kejahatan Kelompok Kriminal Bersenjata dilakukan sebanyak 5 aksi dengan menimbulkan 3 korban meninggal dunia dari Personil TNI.

Bacaan Lainnya

Kemudian pada bulan Februari, tercatat melakukan aksi sebanyak 7 kali dengan menimbulkan korban dari warga sipil sebanyak 2 orang meninggal dunia, 2 luka tembak dari personil TNI, dan 1 personil TNI meninggal dunia.

Selanjutnya pada bulan April aksi Kelompok Kriminal tercatat sebanyak 4 kali dengan menimbulkan korban meninggal dunia dari masyarakat sebanyak 2 orang yang berprofesi sebagai guru honorer, 1 orang personil TNI yakni Kabinda Papua meninggal dunia dan 1 personil Brimob meninggal dunia.

Berikut sederet aksi kejahatan Kelompok Kriminal Bersenjata dari Januari hingga April 2021.

Diawali tanggal 6 Januari 2021, Kelompok Kriminal Bersenjata menembaki Helikopter milik PT Sayap Garuda Indah tipe Bell Eagle 407 HP dengan registrasi PK-ZGM di Tembagapura dan membakar Pesawat perintis Milik Mission Aviation Fellowship di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua hingga Pilot yang merupakan WN Amerika berinisial AL sempat shock dan sudah dievakuasi ke Jayapura.

Kemudian tanggal 7 Januari, membakar dua Base Transceiver Station (BTS) di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, sehingga mengakibatkan jaringan komunikasi terputus.

Selanjutnya tanggal 10 Januari 2021, menembak 1 Prajurit TNI an. Prada Agus Kurniawan hingga gugur di Titigi. Aksi berlanjut pada tanggal 22 Januari, menembaki Satgas Pamtas RI-Papua Nugini, yang mengakibatkan 2 Prajurit TNI an. Pratu Dedi Hamdani dan Pratu Roy Vebrianto gugur.

Memasuki bulan Februari tepatnya pada tanggal 1 Februari 2021, KKB pimpinan Undius Kogoy menembaki seorang warga di Intan Jaya, Papua karena dikira mata-mata.

Pada tanggal 4 Februari, KKB kembali menembaki aparat di Hitadipa Kabupaten Intan Jaya. Akibat kontak tembak tersebut, satu anggota KKB dinyatakan tewas. Kemudian tanggal 8 Februari 2021, Seorang warga sipil berinisial RNR (32) kembali menjadi korban kekejaman kelompok sipil bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua. Korban RNR ditembak KKB dengan modus ingin menjual minyak tanah.

Melakukan pembunuhan terhadap tukang ojek pada tanggal 9 Februari. Dimana korban yang yang pada saat itu mengantarkan penumpang ke Ilaga, dicegat dan ditusuk oleh KKB. Pada tanggal 12 Februari, KKB kembali menembak Prajurit TNI yang hendak berbelanja ke Kios di Sugapa Kabupaten Intan Jaya, yang mengakibatkan korban harus mendapatkan perawatan medis.

Selanjutnya pada tanggal 13 Februari, menembaki aparat gabungan TNI-Polri yang hendak mengecek lokasi korban penganiayaan di Distri Ilaga, Kabupaten Puncak dan mengakibatkan seorang prajurit terluka terkena rekoset peluru dalam baku tembak tersebut.

KKB juga melakukan penembakan terhadap 1 Prajurit TNI di Sugapa menggunakan senjata api dengan jenis peluru berkaliber 5,56 mm yang mengakibatkan korban an. Prada Ginanjar Ariand meninggal dunia saat proses evakuasi.

Kelompok Kriminal Bersenjata juga menembaki seorang guru yang bertugas di Beoga Kabupaten Puncak hingga meninggal dunia. Bahkan Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha turut gugur setelah ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada hari minggu tanggal 25 April kemarin.

Tak berhenti disitu, KKB wilayah Kampung Maki Distrik Gome Kabupaten Puncak pimpinan Lekagak Telenggen kembali menembaki 3 personel Brimob Polri, yang mengakibatkan 1 orang an. Bharada Komang meninggal dunia.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait