Ini Cara Bandar Narkoba Jualan Sabu di Timika

  • Whatsapp

Iptu Sugarda Aditya BT

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14   I    INILAH yang ternyata telah membuat Kota Timika di tahun 2019 mendapatkan predikat sebagai kota yang paling tinggi tingkat kejahatan, peredaran gelap narkoba di Provinsi Papua.  Selain letaknya yang trategis, membuat kota ini menjadi kota primadona para bandar narkoba.

Untuk Kota Timika juga, sabu-sabu telah diindikasikan menjadi salah satu jenis narkoba yang paling diminati dan karenanya juga menjadi laris-manis untuk dijual para bandar narkoba.

Kota Surabaya dan Makassar, diketahui sejauh ini menjadi kota pemasok narkoba jenis sabu-sabu ke Kota Timika.

Kasat Narkoba Polres Mimika, Iptu Sugarda Aditya BT saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (08/01) mengatakan bahwa, di Kota Timika ini para bandar menjual narkoba jenis sabu-sabu menggunakan sistem tempel dalam melakukan transaksi jual beli narkoba.

“Sistem tempel itu misalnya si A pesan barang sama si B dan Si A transfer uang dulu ke si B. Setelah itu si B kontek si A dan menyampaikan, nanti jam sekian kamu ambil barang dibawa pohon di jalan ini, ditaru dalam bungkusan rokok baru dibuang disitu. Mereka mainnya aman. Jadi untuk menangkap, ya kita juga harus pakai strategi, ” kata Sugarda.

Dijelaskannya bahwa, untuk kasus narkoba dalam melakukan penangkapan harus dipastikan bahwa barang haram tersebut harus berada di badan pelaku atau pelaku sedang menguasai barang tersebut saat dilakukan penangkapan.

“Misalnya barangnya kita temukan di jalan dan sudah jelas barang ini miliknya si A, tapi yang bersangkutan tidak pegang barang kita panggil dia pasti mengelak. Memang harus barang ini ada di badannya,” kata Sugarda.

Diperkirakan, ada kurang lebih 10 bandar narkoba menjalani bisnis haram tersebut di Kota Timika. Bahkan, 10 bandar tersebut sudah dipetakan oleh pihaknya.

Para bandar tersebut juga memiliki kurir yang siap mendukung para bandar dalam menjalankan bisnis haram tersebut. Satu orang bandar bisa memiliki lima kurir bahkan lebih. Untuk menangkap para kurir tersebut, jalan satu-satunya adalah menangkap bandar karena dengan ditangkapnya bandar maka dengan sendiri akan terungkap pula para kurir.

“Inisial bandarnya juga sudah kita petakan. Kita disini kita targetkan betul betul bandar besar,” kata Sugarda.

Sugarda mengatakan, ditahun 2020 oleh Polda Papua, pihaknya bahkan diberikan target enam (6) kasus narkoba. Masalah narkoba di Kabupaten Mimika juga sudah menjadi perhatian khusus dari Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gede Era Adhinata untuk memberantas narkoba di Timika sampai kepada akarnya.

Untuk diketahui bersama, berdasarkan data yang dirilis oleh Polres Mimika di akhir tahun 2019 lalu menyebutkan bahwa di tahun 2018, ada sebanyak sembilan kasus narkoba yang ditangani oleh Sat Narkoba Polres Mimika.

Angka ini mengalami peningkatan di tahun 2019, dimana di tahun tersebut Sat Narkoba Polres Mimika menangani 17 kasus narkoba . Ini mengalami kenaikan delapan kasus, jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara Barang Bukti (BB) yang diamankan sepanjang tahun 2019 adalah sabu-sabu 16 kasus dengan barang bukti sebanyak 91,27 gram dan obat obatan satu kasus dengan barang bukti 25 butir somadril. (**/Samone)

Pos terkait