Ini Penjelasan Dinkes Pasang Stiker di Rumah Pasien Positif Covid dan Isoman

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra

Timika – Tabaos14 | Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika akan memasang stiker di rumah-rumah pasien positif Covid-19 yang sedang melakukan Isolasi mandiri (Isoman). Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui siapa-siapa saja yang sedang melakukan Isoman.

“Ini merupakan salah satu strategi kami dalam upaya penekanan angka Covid dengan melakukan testing dan tracing diluar Fasilitas kesehatan, jika mendapati positif maka kita akan tempel stiker dirumahnya dan akan dilakukan pengawasan secara bersama,” kata Reynold di hotel Grand Mozza, Jumat (30/7/2021).

Bacaan Lainnya

Reynold mengungkapkan, alasan pemasangan stiker ini didasari pada kunci penularan covid-19 yaitu kerumunan dan mobilitas.

“Silahkan melihat pada google mobility pada smart phone atau web google , dimana pada perkantoran dan ruang publik pergerakan masyarakat menurun saat PPKM skala mikro maupun awal PPKM level 4 dilaksanakan sedangkan tetap meningkat pada lokasi perumahan dan pertokoan dan restauran,” ungkapnya.

Reynold menjelaskan, pemasangan stiker ini bukan dengan tujuan untuk membuat stigma atau memasung kebebasan seseorang namun, yang terpenting adalah mengawasi secara bersama saat pasien isolasi mandiri membutuhkan bantuan akses pelayanan kesehatan maupun bantuan kebutuhan lainnya yang tidak bisa dilakukan sendiri.

Alasan terbanyak pasien isolasi mandiri ada mencari kebutuhan pokok makan dan minum serta kehabisan obat atau tidak tersediaya obat karena muncul gejala akibat infeksi saat melakukan isolasi mandiri.

“Tentu saja hal serupa dialami oleh anggota atau kerabat dekat yang dinyatakan sebagai kontak erat dari  pasien isolasi mandiri,” jelasnya.

Menurut Reynold pemberian stiker bukan hal baru yang dilakukan di bagi seorang pasien, misalnya stiker ibu hamil, pasien malaria, pasien TB paru resisten obat sudah dilakukan bertahun tahun di Indonesia termasuk Mimika.

“Itu bertujuan untuk menolong pasien untuk pertama kali saat mengalami kondisi kritis,” tuturnya.

Mantan sekertaris Dinas Kesehatan itu menambahkan, dalam 2 hari terakhir terjadi kematian mendadak di rumah hanya karena warga tidak tahu  ada tetangga yang sakit saluran pernafasan.

Setelah dikamar jenazah diperiksa ternyata covid-19 dan pasti akan meningkat lebih dari 900 orang tersebar di 37 kampung sekitar kota Timika sedang isolasi mandiri.

“Tentu langkah yang dilakukan akan dimulai dengan sosialisasi dan edukasi,” ujarnya

Untuk itu, Reynold mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Mimika dari Kematian Covid yang tidak perlu terjadi.

“Jangan kalah dari virus Covid-19 waspada karena Covid-19 hanya suka menyerang manusia karena Manusia adalah tempat yang paling subur untuk Hidup dan memperbanyak virus baru,” tegasnya.

Pos terkait