Honorer Siluman Bermunculan Bupati Mimika Kaget Jumlah Honorer Meningkat

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Bupati Mimika Eltinus Omaleng sebelumnya telah mewanti wanti munculnya tenaga honorer siluman akhirnya terjadi. Tenaga honorer yang tidak diketahui dari OPD mana bermunculan ketika uji test kompetensi honorer dilaksanakan pada 5 Januari hingga 7 Januari 2021.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Mimika melalui Wabup Mimika Johannes Rettob, melalui press releasenya, bahwa sesuai data akhir tahun 2020, jumlah pegawai honorer adalah sekitar 2.900 orang.

Bacaan Lainnya

“Sesuai data yang kami dapatkan pada akhir tahun 2020, ternyata jumlah pegawai honorer adalah 2.900 sekian, tapi pertanyaannya bahwa ada yang melakukan test sampai hampir 4.000, ini pegawai honor dari mana, itu pertanyaannya,” kata Wabup, Senin (11/1/21).

Kata Wabup, dari hasil diskusi dengan Bupati ternyata data honorer yang ada sudah termasuk yang mendapatkan SK maupun belum. Seharusnya oknum pejabat yang bersangkutan mengutamakan honorer yang betul betul bekerja untuk melayani masayarakat.

Menurutnya, dari beberapa laporan yang masuk atau keluhan ada pegawai yang sudah dapat nomor test tetapi tidak boleh mengikuti test. Bahkan ada lagi pegawai honor yang sudah bertahun-tahun lebih dari 10 tahun tidak dapat nomor test tetapi yang baru bekerja satu-dua bulan dapat nomor test.

“Apakah kita sudah melakukan inventarisir ini secara baik? Saya masih punya data yang dilaporkan dan dibuatkan surat resmi bahwa jumlah honorer kita adalah 2.934 ini saya catat, kok bisa tiba-tiba menjadi banyak. Ini sudah semua, sudah termasuk pegawai-pegawai yang tidak ada SKnya tetapi mereka bekerja karena mereka sukarela ada di distrik, ada di puskesmas dan lain lain,” jelas Wabup.

Selain itu kata Wabup, uji kompetensi tersebut atau test bukan untuk menjadi pegawai negeri sipil dan juga bukan uji kompetensi. Karena sebuah uji kompetensi itu dilaksanakan berdasarkan bidang tugas yang seharusnya menjadi domain dari pada organisasi perangkat daerah.

“Saya dengan pak bupati sebagai kepala daerah menyampaikan yang pertama bahwa uji kompetensi yang dilakukan atau test kepada para pegawai honorer sekali lagi bukan untuk menjadi pegawai negeri sipil,”katanya.

Wabup menambahkan, Fakta yang terjadi ternyata soal-soal yang diberikan dalam uji test adalah ujian soal-soal biasa yang tidak menunjukkan kompetensi dari orang-orang sesuai di bidangnya masing-masing. Karena soal tersebut juga sama diberikan kepada pegawai honorer lainnya.

“Soal yang diberikan untuk tenaga kesehatan adalah soal-soal yang ditujukan kepada para guru, namun ternyata pada hari berikutnya pada dinas-dinas lain juga soal-soalnya hampir mirip-mirip. Nah, pertanyaannya apakah ini uji kompetensi? tentunya bukan, pasti bukan,” katanya.

Terkait hal tersebut Wabup sangat menyesalkan kinerja para pejabat terkait karena yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang dibicarakan, serta tidak tahu persis kegiatan yang dilaksanakan itu.

“Sayangnya Bupati dan saya sebagai wakilnya tidak tahu persis apa yang dibuat oleh aparat pemerintah ini, saya sangat-sangat sesalkan, saya sudah berkomunikasi dan berkoordinasi bersama dengan bupati, ternyata yang dibuat ini tidak sesuai dengan apa yang dibicarakan,” tutup Wabup.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait