Honorer Penjual Narkoba Ternyata Sudah Dipecat

Empat tersangka, dua diantaranya mantan pegawai honorer saat Diamankan oleh Sat Narkoba Polres Mimika beberapa waktu yang lalu.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14     I     Pelaku S alias A (29) yang sebelumnya berprofesi sebagai perawat dan MTT alias T yang bekerja sebagai pegawai honorer di salah satu dinas di Kota Timika, ternyata sudah dipecat lama oleh pimpinnya masing masing.

Kasat Narkoba Polres Mimika, Iptu Sugarda Adytia BT kepada wartawan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Rabu (15/01) mengatakan, kedua tersangka tersebut sebelumnya telah dipecat oleh pimpinannya.

“Sudah dipecat dan ternyata mantan dua-duanya. Satu Perawat dan satu honor di Dinas Perhubungan Mimika. Mungkin karena kelakuannya itu yang membuat keduanya dipecat, ” kata Iptu Sugarda.

Kedua pelaku tersebut, saat ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Keterangan kedua tersangka menyebutkan bahwa, barang tersebut didatangkan dari Jawa dan dijual di Kota Timika

“Keuntungnya itu Rp200 ribu per gram untuk pengedar dan Rp100 ribu per gram untuk kurir, ” jelas Sugarda dari pengakuan kedua tersangka.

Diberitakan sebelumnya, pelaku S alias A (29) mantan perawat tersebut sebelumnya dibekuk di rumah kosnya di Jalan Irigasi, Gang Flora, Kamis (9/11) lalu. Dari hasil penggeledahan itu, ditemukan barang bukti (BB) 1 (satu) paket berisikan serbuk kristal narkoba jenis sabu satu paket.

Pelaku S diduga kuat merupakan pemain lama karena pada Juni dan Agustus 2019 lalu, S sempat digeledah oleh aparat kepolisian terkait kasus narkotika. Namun pada waktu itu, polisi tidak menemukan BB. Sehingga tidak dilanjutkan ke tingkat penyidikan.
Dari keterangan S, barang haram tersebut, ia dapatkan dari seseorang bernama G, yang saat ini masih jadi buronan Polres Mimika. Kepada polisi, S mengaku, dirinya mulai melakukan bisnis barang haram tersebut sejak akhir 2018 lalu.

Sementara MTT alias T yang juga mantan pegawai honorer di Kantor Dinas Perhubungan Mimika dan yang bertindak sebagai perantaranya S. Pelaku T mengambil barang haram tersebut dari S, lalu menjualnya.  Pelaku T mengakui, sudah bergelut sebagai perantara S sejak tahun 2017. Selain menjual barang haram tersebut, T juga membeli untuk dipakai sendiri. Pelaku T dibekuk oleh jajaran Satnarkoba di kediamannya, Jalan Sam Ratulangi, Kamis (09/01).

Para tersangka ini akan dikenakan pasal 114 ayat 1, terus pasal 112 ayat 1, pasal 127 ayat 1 huruf A UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.(**/samone)

Pos terkait