Hak Belum Dibayar Anggota TKBM Palang Jalan Poros Pelabuhan Poumako

Aparat kepolisian bernegosiasi dengan warga untuk membuka jalan.

Timika – Tabaos14 | Para anggota koperasi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Pelabuhan Poumako melakukan aksi pemalangan di Jalan poros utama menuju pelabuhan, Kampung Hiripau Distrik Mimika Timur (Miktim) sebelum Markas Kompi Senapan A Yonif 754/ENK Mapurujaya, Sabtu (9/7/2022) pagi.

Aksi palang jalan itu sempat membuat aktivitas masyarakat terganggu karena para pengendara tak dapat melintasi jalan tersebut. Setelah dilakukan negosiasi oleh aparat kepolisian selama kurang lebih satu jam, aksi palang jalan itu akhirnya dihentikan.

“Palang jalan sudah dibuka. Sudah dilakukan mediasi juga bersama seluruh pihak. Masyarakat palang jalan tadi itu karena hak-hak mereka belum dibayar oleh Koperasi TKBM,” ujar Kapolsek Miktim Iptu Boby Pratama saat dihubungi via telepon.

“Jumlah besaran uang untuk 4 regu yang belum dibayarkan itu sekitar Rp 124 juta,” tutur Kapolsek menambahkan.

Senada dengan itu, Kepala Distrik Mimika Timur Bakri Athoriq melalu panggilan telepon membenarkan bahwa aksi palang jalan itu terjadi akibat Koperasi TKBM belum membayarkan upah hak dari para buruh tersebut.

“Pemalangan jalan itu terjadi karena ada penunggakan pembayaran gaji TKBM regu 9, regu 11, 13 dan 18. Kurang lebih dua Minggu hak mereka belum dibayarkan,” jelas Bakri melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut dijelaskan aksi palang jalan itu bertujuan agar koperasi TKBM segera membayarkan hak-hak tenaga kerjanya.

“Tapi tadi sudah dimediasi di Polsek Mimika Timur. Jadi nanti hari Senin (11/7/2022) paling lambat jam 3 sore, pihak koperasi akan bertanggung jawab untuk membayar semua tunggakan atau gaji para buruh tersebut,” terang Bakri.

“Dan juga ada permintaan dari TKBM, apabila hak-hak mereka belum juga dibayar sampai waktu yang disepakati, maka mereka akan menutup aktivitas di pelabuhan,” imbuhnya.

Ke depannya, kata Bakri, sistem pembayaran akan dilakukan ketika hendak melakukan pembongkaran muat.

“Jadi nanti uang ada di depan mata dulu baru TKBM boleh bongkar biar tidak terulang kembali kejadian pemalangan seperti ini. Hal ini kita sepakati karena aksi semacam ini sudah kali yang ketiga,” pungkasnya.

Pos terkait