Hadiri Ibadah HUT Pekabaran Injil Di Tanah Papua, Bupati Omaleng : Bangun Gereja Ini Penuh Rintangan Bahkan Di Fitnah Korupsi

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta kepada masyarakat jemaat Gereja Kemah Injil Gereja Masehi Kingmi agar selalu bersyukur karena semua ada berkat Tuhan dan Injil.

Hal itu disampaikan saat Bupati Omaleng memberikan sambutan pada ibadah syukur dalam rangka HUT 82 Pengkabaran Injil Pegunungan Tengah Papua yang diselenggarakan Sinode Gereja Kemah Injil Kingmi Mimika di gereja Kingmi Marthen Luther mile 32, Rabu (13/1).

Bacaan Lainnya

“Sungguh Tuhan adalah kasih, dan Tuhan adalah yang menciptakan kita, tanpa Tuhan saya tidak ada, kita semua tidak ada,” kata Bupati Omaleng.

Menurutnya nikmat Tuhan sangatlah besar, dan Gereja yang dibangun (Kingmi 32) kata Bupati, tidak artinya di mata Tuhan. “Nikmat Tuhan itu kekayaan alam yang Papua termasuk Mimika ini punya. Namun sayang sekali kekayaan itu dicuri dari kita. Jadi yang kita punya ini hanya 0,00001 dari hasil itu,” tegasnya.

Bupati Omaleng mengungkapkan dirinya mengaku perjuangannya membangun Gereja Kingmi penuh dengan rintangan bahkan hingga difitnah telah melakukan korupsi Bupati Korupsi karena 4 tahun belum selesai. “Perjuangan untuk membangun gereja ini penuh dengan rintangan,” ungkapnya.

Sementara Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Kingmi yang diwakili oleh Ketua Koordinator Puncak Selatan Pendeta Nikolaus Mom mengatakan terima kasih kepada bupati karena sudah membangun Gereja Kingmi yang megah dan mewah.

Pihaknya juga berterima kasih kepada bupati yang telah hadir dalam HUT Pengabaran Injil Pegunungan Tengah Papua Ke 82 Tahun. Ia berpesan agar setiap jemaat bisa menjaga diri, anak, keluarga, iman, gereja serta dapat menjaga Mimika dan tanah Papua.

“Kita bisa jual tanah, sungai, hutan, tetapi kita tidak boleh jual Yesus dan injil tanah Papua ini. Karena itu adalah harga diri kita,” tegasnya.

Nikolaus mengungkapkan pemimpin dan pejabat saat ini adalah anak-anak Papua, mereka saat kecil dididik dan bersekolah dengan baik. Maka dari itu Ia meminta kepada jemaat untuk menjaga anak-anak dan keluarga. “anak-anak itu masa depan Papua dan gereja. Kita harus jaga mereka baik-baik,” ungkapnya.

Nikolaus menekankan agar selalu menjaga kebudayaan asli Papua, karena hal itu merupakan hadiah dan anugerah yang diberikan tuhan. “Kita harus jaga baik-baik bahasa asli, anak-anak juga kasih makan, makanan tradisional kita seperti umbi dengan petatas. Jangan sampai kita kehilangan itu,” ujarnya.

Dalam ibadah syukur tersebut juga dirangkai dengan pesta adat bakar batu yang diikuti oleh masyarakat yang hadir. Hadir dalam kegiatan peringatan tersebut adalah Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Ketua DPRD Mimika Robby K Omaleng, Ketua FKUB Ignasius Adi serta tamu undangan lainnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait