GKI GENESARET BTN Kamoro Indah Hadir Karena Injil Yesus Kristus

Anggota Sinode Am Wilayah VIII, Pdt Ishak Maran, S.Th dalam Ibadah Peneguhan Jemaat GKI GENESARET BTN Kamoro Indah.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14   I   Inilah karya ajaib Sang Pencipta, Tuhan Yesus Kristus yang atas kuasa mutlakNya, Minggu (02/02) Tahun 2020 kembali membuktikan karya mandiri-Nya dengan menghadirkan Jemaat GKI GENESARET sebagai bakal Jemaat menjadi Gereja yang mandiri di atas bumi.

 

“Jemaat ini hadir, hanya karena Injil Yesus Kristus adalah Kekuatan Allah,” pesan Pdt. Ishak Maran, S.Th.l dalam nada lembutnya yang khas tegas.

 

Memberikan refleksinya dalam terang Injil Tuhan Yesus Kristus dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma Pasal 1:16-17 yang tertulis, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

 

Pdt. Ishak S. Maran, S.Th pun berefleksi agar segenap Majelis dan dan Warga Jemaat GENESARET Kamoro Indah di Kampung Wonosari Jaya SP4 mengingat, bahwa hanya Kasih dan Kuasa Tuhan Yesus Kristus yang sudah berkarya dan akan terus berkarya dalam membangun JemaatNYA diatas bumi. Seperti yang juga dilakukan- NYA di dan bagi Jemaat GKI Genesaret di tempat ini.

 

“Sebagai suatu keluarga yang memiliki anak yang sudah dewasa, demikian pulalah saat ini Jemaat Genesaret. Apa yang terjadi ini adalah buah dari Injil Yesus Kristus. Injil menghasilkan persekutuan dan persekutuan itu menghasilkan Iman didalam melaksanakan kesaksian dan pelayan,” jelas Pdt. Maran.

 

Kitab Roma ini, lanjut Pdt. Ishak Maran dalam khotbahnya, bagaikan kotak dari Alkitab karena seluruh doktrin tentang keselamatan yang membuat kekristenan menjadi berbeda dengan semua yang lainnya. “Disinilah kita menemukan bahwa, keselamatan bukanlah usaha manusia. Tidak ada satupun dari antara kita manusia yang benar dihadapan Allah, karena kita sudah jatuh dan tak ada kemungkinan bagi manusia untuk bisa selamat. Hanya satu-satunya jalan keselamatan itu ialah karena Jalan dari Tuhan sendiri, ” tekan Pdt Maran.

Yesus sendiri menyatakan, Akulah jalan kebenaran dan hidup, pesan Pdt Maran mengingatkan, jadi jangan cari jalan lain atau bikin jalan baru. Ini merupakan pemahaman yang sangat sederhana tapi yang gagal dipahami oleh banyak orang Kristen hingga di masa kini.

 

Untuk mendapatkan keselamatan, kata Pdt. Maran, “Kita tidak perlu bersusah-susah karena  tinggal menjalani saja apa yang sudah diberikan oleh Allah Bapa. Bagian ini ditulis sedemikian oleh Paulus, karena dia mengalami sendiri bagaimana kuasa itu Allah itu bekerja.”

Keselamatan itu hanya dari Tuhan dan diberikan hanya kepada orang yang dipilihNya. Jadi, “Kita harus bersyukur karena sebelumnya, kita yang bukan apa-apa dan siapa siapa ini telah dipilih Allah untuk hadir diantara manusia, di tengah dunia untuk menghadirkan Kerajaan Allah bagi Kemuliaan Tuhan, ” ujar Pendeta Ishak Maran, S.Th.

 

Paulus mengakui, sebab aku punya keyakinan yang kokoh dalam Injil. Rasul Paulus hendak menyatakannya kepada umat di Roma sebagai pusat intelektual dan filsafat dan banyak spekulasi tentang soal keselamatan itu bagi umat di Roma. Termasuk bagi orang Yahudi dan umat Kristen yang sudah percaya Yesus Kristus.

 

‘Saya tidak akan pernah malu dan ragu untuk memberitakan injil Yesus Kristus ini, ” tegas Pdt. Maran menguraikan maksud kerugma atau makna inti dari bacaan Roma 1:16-17 itu.

 

Inilah satu hal dalam hidup kekristenan kita hingga saat ini, urai Pdt. Maran mencontohkan, kita tidak memiliki keberanian. Kadang kita bergaul dan berusaha tanpa melibatkan keberanian kita sebagai orang kristen. Misalnya, untuk  menceritakan tentang Injil Yesus Kristus itu kepada dunia karena kita belum sadar bahwa, justru didalam kekristenan ini, ada sesuatu yang dasyat dan luarbiasa.

 

Dalam pelayanan kekristenan di Mimika ini juga, dapat dipastikan bahwa hampir kebanyakan, hanya ibu-ibu saja yang memainkan perannya karena bapa-bapa itu capek karena banyak yang pulang bekerja. Ada baik kalau memang benar capek itu tidak apa, pesan Pdt Maran, “Tapi jangan karena kita malu atau ragu, karena ada suka cita karena kedasyatan Allah didalam Injil Yesus Kristus ini.”

 

Bulan Februari 2020 ini adalah bulan Pekabaran Injil Di Tanah Papua, “Mari bersama-sama menjadikan saat ini sebagai cara menunjukan Injil kekuatan Allah itu kepada dunia di sekeliling kita sebagai gereja yang hidup di atas dunia ini. Selamat menjadi Jemaat Mandiri yang Dewasa dan Misioner. Tuhan Yesus Kristus Memberkati,” pesan Pdt. Maran lagi.(samone)

Pos terkait