Geram Atas Kinerja OPD Pencopotan pun Dimulai

Suasana pembacaan sumpah janji di Pendopo Rumah Negara Pemda Mimika.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14     I     Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE., M.H mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam lingkungan kerja Pemerintahan Kabupaten Mimika. Konsekuensinya, Bupati Eltinus Omaleng mulai melakukan pencopotan pejabat dan menggantikannya.

Seperti dikatakan Bupati Eltinus Omaleng, “Saat ini tidak akan ada Rolling, saya akan mulai ganti setiap Kepala OPD yang tidak loyal.”

Hari ini, Senin (14/01), posisi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dijabat dokter Evelyn Sondang Pasaribu, dicopot dari jabatanya oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE., M.H menjadi tenaga fungsional karena dinilai tidak loyal kepada pimpinan. Posisinya kini digantikan, dr Antonius Pasulu.

“Kalau jadi pimpinan itu harus loyal dengan atasannya. Selama lima tahun ia bertugas sebagai Direktur RSUD, saya tidak pernah ketemu dia, ” ujar Bupati Eltinus Omaleng di Pendopo Rumah Negara, usai pelantikan dan penyerahan SK Direktur RSUD Mimika baru.

Pengangkatan Direktur RSUD, dr Antonius Pasulu, didasari degan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 8211-03 tentang pengangkatan dalam jabatan administrator Direktur RSUD Kabupaten Mimika. Bersamaan dengan itu, Bupati Eltinus Omaleng juga mengangkat dua orang pejabat Pelaksana Tugas (Plt.). Diantaranya Ir Nicholaas E. Kuahaty sebagai Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dari jabatan sebelumnya sebagai Asisten Bidang Umum Sekretaris Daerah, mengantikan Frits Hombore.

Selanjutnya juga mengangkat Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Reynold Rizal Ubra sebagai Plt. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengantikan, Alfred Douw yang sudah purna bakti beberapa waktu lalu.

Bupati dalam sambutanya menekankan bahwa, pencopotan beberapa kepala OPD ini, karena dinilai tidak sanggup dalam menjalankan tugasnya. Sehingga banyak pekerjan fisik yang tidak berjalan.

“Saya akan copot karena pekerjaanya tidak beres, ” ujar Bupati.

Hal ini membuat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun ini cukup besar, ini dikarenakan kurangnya kerjasama antara pimpinan dan anak buah, yang membuat banyak pekerjaaaan fisik yang tidak dapat diselesaikan.

“Padahal saya setengah mati cari anggaran ke Pusat dan Provinsi, mengemis kita punya hak. Baru anggaran sudah ada, kalian tidak bisa gunakan, “ tekan bupati.

Bupati bahkan mengingatkan, jika ada OPD yang merasa tidak mampu, seharusnya dapat langsung mengundurkan diri saja. Bupati menegaskan juga, untuk saat ini tidak ada perolingan. Namun akan dicopot satu persatu dari jabatan sebagai kepala OPD.

Bupatipun mengungkapkan kekecewaannya, terkait penyerapan anggaran yang dinilai sangat lambat. Kata Bupati Eltinus Omaleng, tahun 2019 itu penyerapan hanya 80 persen dan itu lebih kecil dari tahun sebelumnya, yang mencapai 90 persen lebih.

“Tahun ini lebih kacau dari tahun kemarin. Saya kecewa sekali dengsn kinerja Kepala OPD ini, ” ungkap Bupati Omaleng. (Lis).

Pos terkait