Gelombang Laut Capai Dua Meter, Kapal Nelayan Dan Barang Di Timika Dilarang Berlayar

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Cuaca buruk yang melanda perairan arafura membuat sejumlah kapal nelayan dilarang berlayar, Rabu (29/7). Larangan itu dikeluarkan Syahbandar PPI Kabupaten Mimika menyusul kondisi cuaca yang tergolong ekstrem.

Menurut Syahbandar Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako Abdul Gafar, larangan melaut bagi seluruh kapal nelayan ini diberlakukan sejak hari ini Rabu 29 Juli hingga tanggal 3 Agustus 2020.

Muat Lebih

“ Bendera hitam sudah kita naikkan sebagai tanda tidak ada kapal yang boleh melaut sampai tanggal 3 Agustus,”kata Gafar melalui telepon selulernya, Rabu (29/7).

Gafar mengatakan, informasi dari Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Timika ketinggian gelombang laut di perairan Mimika laut Arafura saat ini telah mencapai 2 meter.

“Sesuai informasi dari BMKG badai serta gelombang tinggi mencapai dua meter,” katanya.

Gafar menambahkan, terkait dengan kapal yang sudah mendapat ijin berlayar untuk sementara ditunda hingga kondisi cuaca sudah bersahabat.

“Untuk kapal yang sudah dapat ijin berlayar juga kami sudah sampaikan tunda,” ujarnya.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp