Gaji Honorer Nakes Belum Dibayar, Kadinkes Mimika: Hak dan Kewajiban Harus Seimbang

Kepala Dinkes Mimika Reynold Ubra.

Timika – Tabaos14 | Gaji honorer tenaga kesehatan di Mimika untuk bulan Juni dan Juli hingga saat ini belum dibayarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. Hal tersebut dikarenakan masih menunggu daftar hadir dan laporan-laporan kinerja bulanan dari pihak Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat ditemui di hotel Grand Tembaga, Jumat (22/7/2922) menjelaskan kalau misalnya dari pihak Puskesmas telah melaporkan tepat waktu untuk tiap akhir bulan atau paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya, maka bisa proses karena prosesnya itu tidak bisa terpisah. Proses harus kolektif, jadi kalau satu terlambat maka semuanya juga akan terlambat.

“Kami upayakan supaya untuk bulan Agustus itu bisa kami bayarkan tepat waktu. Yang kedua, tenaga tambahan sisa itu memang terhitung dari 1 april. Namun kan SK-nya baru kami terima di bulan Juni. Nah, itu kan proses kontrak kerja samanya juga berjalan. Jadi semua berproses. Kita tetap akan membayar,”jelasnya.

Reynold menegaskan pembayaran gaji harus sejalan dengan kewajiban. Artinya jangan hanya menuntut hak namun kewajiban tidak dijalankan.

“Kan antara hak dan kewajiban itu harus seimbang. Kami tidak mau haknya terbayar tetapi kewajiban-kewajibannya tidak dikerjakan. Bukan hanya bekerja tapi mencatat dan melaporkan itu juga menjadi sangat penting,”tegasnya.

Reynold mengungkapkan, berdasarkan data pelaporan, dari kurang lebih 5000 ibu hamil yang ada di Timika, yang terlapor tidak sampai 100 orang.

“Jangan hanya menuntut gaji, karena banyak juga ibu hamil yang tidak terlayani saya tidak mau. Jadi laporan-laporan bulanan itu harus terpenuhi dulu. Itu menjadi penting karena hasil daripada anggaran, inputnya, pengeluarannya itu adalah standar pelayanan minimal yang harus terukur. Itu sebenarnya catatan pentingnya,” ucapnya.

“Kami di Dinas Kesehatan kan juga harus kembali melakukan verifikasi dan hari ini saya minta untuk semua hasil verifikasi maupun validasi semua dikirim kembali ke Puskesmas untuk diperiksa ulang supaya double chek maka data itu akan valid. Setelah itu baru kita akan proses,” kata Reynold melanjutkan.

Pos terkait