FKUB Mimika Gelar Silaturahmi dan Doa Bersama untuk Kedamaian Tanah Papua

Doa bersama yang dipimpin oleh para perwakilan pemuka agama di hotel Cendrawasih 66, Rabu (29/6/2022).

Timika – Tabaos14 | Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika menggelar kegiatan silaturahmi dan doa bersama untuk kedamaian tanah Papua di Hotel Cendrawasih 66, Rabu (29/6/2022). Doa besama tersebut mengusung tema “Manusia Merencanakan Tuhan Menentukan”.

Ketua FKUB Mimika, Ignatius Adii dalam sambutannya mengajak seluruh umat beragama untuk senantiasa hidup dalam kemuliaan Tuhan. Menurutnya yang harus didahulukan adalah kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Dengan begitu, segala sesuatu akan ditambahkan kemudian.

“Marilah di waktu yang baik ini kita sediakan buat Tuhan,”tuturnya.

Ia menegaskan setiap umat beragama, dalam hal ini masyarakat Mimika memiliki tanggung Jawab menjadikan tema yang diusung sebagai tema sentral, sementara sub tema mulai hari ini hingga ke depannya adalah Papua damai.

Untuk menciptakan kedamaian, Ignatius menyebutkan harus dimulai dari rumah masing-masing.

“Kalau kita memulainya dari tempat tinggal kita dengan menanamkan kedamaian dan menjaga toleransi pasti semua kita dapat hidup rukun serta memeroleh hikmah yang datang dari Tuhan,” ujarnya.

Ignatius mengungkapkan, sebentar lagi tahun 2024 yang mana merupakan tahun politik pesta demokrasi. Ignatius berpesan bahwa apa pun yang direncakan, Tuhanlah yang menentukan.

“Ketuk lah maka pintu akan dibukakan. Mintalah maka akan diberikan. Mintalah kepada Tuhan supaya Tuhan memberikan yang terbaik kepada kita. Jadikan doa sebagai permohonan, bukan sebagai keluhan dan jawaban dari permohonan itu adalah kehendak Tuhan,” pungkasnya.

Selanjutnya Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra mengapresiasi FKUB Mimika yang telah menggelar kegiatan yang bernilai positif.

“Selama ini kontribusi yang FKUB telah memberikan dukungan yang sangat positif sekali. Banyak petunjuk yang diberikan kepada dalam penanganan persoalan di tengah masyarakat sehingga kita bisa menjaga kabupaten ini agar tetap aman, nyaman, dan damai,” tutur Kapolres Mimika.

Menurutnya, apabila tema yang diusung sudah ditanamkan di dalam hati masing-masing orang, maka kehidupan ini akan berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

“Saya bersyukur sekali karena sebelumnya saya juga sudah rencana untuk berkumpul dan diskusi. Dan saat ini FKUB sudah melakukannya. Ingin saya sampaikan bahwa tanpa bapa ibu sekalian, kami pun mustahil bisa melaksanakan tugas secara maksimal,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Mimika juga meminta dukungan dari setiap elemen masyarakat agar senantiasa menyokong segala kegiatan secara bersama-sama.

“Keamanan adalah kebutuhan yang bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi dan TNI. mari kita sama-sama menjaga itu. Sejauh ini sudah baik, hanya saja masih ada segelintir orang yang kerap melanggar,”tutur.

“Mari sama-sama kita pertahankan, kita junjung semboyan Eme Neme Yauware, bersatu, bersama, membangun. Kalau itu sudah tertanam dalam hati kita, mimika akan semakin maju, maju dan terus maju,”ujarnya.

Kemudian mewakili Pemkab Mimika Asisten Bidang Pemerintahan Willem Naa dalam membacakan sambutan Bupati Eltinus Omaleng menyampaikan, bahwa doa bersama ini dilakukan untuk meminta kedamaian dari Sang Pencipta bagi tanah Papua di tengah isu-isu permasalahan yang datang silih berganti.

“Entah dalam bentuk bencana alam maupun sosial politik yang saat ini tengah dihadapi oleh tanah Papua, khususnya Kabupaten Mimika. Mari kita semua bergandeng tangan untuk tanah Papua yang kita cintai. Kita ciptakan rasa aman, damai, dan sejahtera di antara umat beragama,” ujarnya.

“Selanjutnya untuk dua suku besar yakni Kamoro dan Amungme serta suku lainnya, kita ketahui bersama bahwa Timika adalah salah satu kabupaten yang sangat toleransi dengan berbagai agama, suku, budaya, dan tradisi yang berbeda-beda” imbuhnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada FKUB yang telah berperan aktif untuk menjaga kesatuan dan kedamaian Kabupaten Mimika dari hal-hal yang menyimpang dan bertolak belakang dengan misi dan visi Kabupaten Mimika.

“TNI/Polri serta Ormas yang ada di Kabupaten Mimika, mari kita tetap solid menjaga kesatuan dan persatuan agar terwujudnya kedamaian di antara umat beragama tanpa memandangi suku, ras, dan agama,” tuturnya.

“Doa itu besar kuasanya. maka saya mengajak bapa ibu untuk tetap membawa tanah Papua dan kabupaten mimika dalam setiap doa agar tetap kuat menghadapi permasalahan yang terjadi,” tutupnya.

Usai sambutan tersebut, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin dari perwakilan setiap agama. Doa tersebut ditujukan untuk pemerintah pusat hingga kabupaten didoakan oleh pemuka agama Katolik, bagi TNI/Polri, bagi kerukunan dan toleransi supaya kedamaian itu terjadi didoakan oleh perwakilan dari agama Islam.

Selanjutnya doa bagi sosial, budaya, dan ekonomi dan doa agar semua menjaga kedamaian secara bijaksana dan menjalankan takut akan Tuhan.

 

Pos terkait